Sakit dalam Pandangan Orang Beriman

Ga sedikit orang yang mengeluh ketika sakit menyapa, ga sedikit orang yang merasa sebal dan marah ketika sakit menerpa, tapi jika bisa memahami esensi sakit, sungguh mulia orang yang sabar dalam menghadapi sakit. Nahhhh.. Kali ini, Ustad Wijayanto akan membahas sakit dalam pangdangan orang beriman. Sumber sakit itu ada 3 pembaca yang dirahmati oleh Alloh, pengaruh fisik, pengaruh rohani, dan pengaruh psikis. Makanyaaa.. Makan dan minumnya jangan berlebihan, harus halal, dan thoyib (baik) tentunya. Hikmah sakit yaitu:

1. Musibah

Alloh mengukur sakit sesuai ukuran dan kadar seseorang kemudian memilih siapa yang sanggup menanggungnya. Jadi kalau sekarang kita dalam kondisi sakit dan merasa sakitnya terasa berat, janganlah berkecil hati, karena itu berarti kita termasuk orang-orang yang “kuat”. Orang yang tergolong ekonomi menengah kebawah, rata-rata sakitnya cuma diare, penyakit kulit, dan penyakit ringan lainnya. Beda dengan orang yang berekonomi menengah keatas, rata-rata sakitnya stroke, jantung, dan penyakit berat lainnya. Maha Adil Alloh dengan segala ketentuannya. Kemampuan menghadapi sakit inilah yang bisa menjadikan manusia lebih mulia dibanding malaikat, karena malaikat tidak pernah sakit. Masya Alloh.. Luar biasa ya orang yang bersabar dalam sakitnya. Sebagai manusia, tugas kita hanya MENGHADAPI, biar Alloh yang MENGATASI!

 11Suasana tempat pengajian..

 

2. Jalan Kenabian

Inget cerita Nabi Ayyub? Yang pernah kaya kemudian miskin, yang pernah rukun dan sejahtera dengan anak istrinya, tapi karena jatuh miskin, maka Nabi Ayyub ditinggal anak istrinya. Tak berhenti sampai disitu, tak lama kemudian beliau ditimpa sakit yang berkepanjangan. Masya Alloh.. Sungguh kurang bersabar apalagi beliau (ya iyalah.. seorang nabi gitu ya)! Tapi cerita nabi yang beraneka ragam bukan tanpa maksud apa-apa. Beliau adalah seorang manusia biasa seperti kita, tapi kesabarannya lah yang membuatnya luar biasa.

3. Dzikrulloh

Nahhh.. Karena dalam keadaan sakit, kita biasanya cuma bisa tiduran. Dalam suasana seperti inilah, kita biasanya jadi semakin khusyuk dalam beribadah. Yang biasanya cepet-cepetan dalam berdzikir, karena sakit, jadi bisa berlama-lama bercinta dengan Alloh.

4. Istigfar

Dengan sakit, kita jadi ingat dosa dan salah apa yang pernah kita lakukan di hari-hari kemarin. Sakit juga bisa menjadi jalan taubat kita kepada Alloh. Firaun mengaku-ngaku sebagai Tuhan karena dia tak pernah sakit. Trus, taubat seperti apa yang diterima oleh Alloh? Taubat yang benar-benar menyadari kesalahannya, benar-benar menyesal, sepenuh hati memohon ampun, berjanji tidak mengulangi lagi, dan mengganti kejelekkan dengan kebaikan-kebaikan.

5. Tauhid

Menyakini idharu ubudiyah, saat tidak berdaya dituntun kalimat thoyibah, tahlil.

6. Muhasabbah

Sakit sebagai lahan untuk instrospeksi diri

7. Jihad

Meski sakit, kita sebagai makhluk beriman wajib hukumnya untuk berobat secara ilmiah alami dan ilahiyah. Boleh herbal atau menggunakan resep dokter. Hal ini masuk dalam bagian ikhtiar, berjuang untuk sembuh. Kalau sakit, jangan dilama-lamain, karena sehat itu nikmat!

8. Ilmu

Karena sakit, kita jadi tahu bahwa makanan yang kita konsumsi atau gaya hidup kita selama ini ada yang tidak baik. Dan kita jadi tahu, sakit kita bisa berkurang jika mengonsumsi (makanan atau obat) ini dan itu (nah, bertambah kan ilmunya?).

9. Nasehat

Yang sakit menasehati agar menjaga kesehatan yang sehat, yang sehat menasehati yang sakit agar lebih bersabar, maka Alloh mencintai keduanya. Inti dari menasehati orang lain sebenarnya juga untuk menasehati diri sendiri (reminder).

10. Silaturahim

Ketika sehat, dua bersaudara kemungkinan jarang bertemu akibat kesibukan masing-masing, tapi karena sakit jadi bisa bertemu dengan suasana hati yang baik dan senyum rindu mesra.

11. Perekat

Ukhwah Akan ketahuan siapa yang punya ikatan kuat dengan batin sesama. Karena, biasanya orang sakit hanya dijenguk oleh orang yang benar-benar dekat saja, nah disitu akan keliatan mana yang “merasa” dekat, dan mana yang ga.

12. Belajar

Di saat sakit inilah, kita biasanya memiliki waktu luang yang cukup banyak. Dari menulis, membaca, mengaji dan mengkaji tafsir Al-Qur`an, dan lain-lain.

9a

 

Diajakin foto berdua di antara keramaian kok begini posenya tad.. wekekeke..

Alhamdulillah.. Jika bisa diambil hikmahnya, sakit juga merupakan tanda cinta Alloh untuk kita. Artikel ini merupakan review yang sebisa mungkin saya tulis kembali, karena Ustad Wijayanto, njelasinnya agak “loncat-loncat”, hehehe.. Maklum.. Pertanyaan dari pendengar banyak.. Sub bab-sub bab yang dibahas pun juga banyak.. Yang minta foto-foto pun juga buanyak.. Termasuk saya.. Hihihi..

3

Kayak artis saja.. Hehehe..

Oiya.. Biar catatan saya ga sia-sia, ini sub bab yang berhasil saya tangkap ya, chek this out:

– Ada 5 larangan Tabaruj yang diperuntukkan untuk wanita.

a. Perhiasan

Wanita memang difitrahkan suka perhiasan, tapi dilarang berlebihan.

b. Parfum

Wanita diperbolehkan memakai parfum, tapi jangan yang sampai menusuk hidung. Ada kan wanita-wanita pemakai parfum, dari kejauhan wanginya sudah tercium. Nah, yang beginian yang dilarang. Jadi, menurut hemat saya, pakai parfumnya cukup dua semprot saja, pokok ga bau keringat yang justru mengganggu muslimah lainnya. Terus, pilih parfum yang wanginya ga terlalu menyengat, jadi kalau dideketin saja baru tercium baunya. Nah.. Bingung parfum yang oke seperti apa? Boleh japri saya deh.. Saya lagi jualan parfum organik yang awet tahan lama dan wanginya lembut nih.. Hihihi.. *lakokpromo

c. Pakaian

Dilarang memakai pakaian yang tipis maupun full body. No jilboobs ya pembaca! No nerawang! Cara berpakaian saya sendiri sebenarnya belum sepenuhnya syar`i. Tapi insyAlloh, sedikit demi sedikit mencoba lebih sybar`i dan lebih istiqomah.

d. Cara Berjalan (Luqman: 19)

Dilarang pula berjalan segaris (ala-ala model), yang mengakibatkan jalannya kayak unta, alias megal megol.

e. Cara Berbicara

Berbicara ala muslimah yang baik itu harusnya baik, benar, suci, dan indah. Jangan tertawa berbahak-bahak, karena Rasululloh tak pernah tertawa terbahak-bahak (kadang saya masih suka kelepasan kalau ada yang benar-benar lucu.. hehehe.. insyAlloh belajar lebih baik deh). Berbicara itu tidak boleh berlebihan, dan juga tidak boleh utulin, kaku, keras, jutek, maupun judes. Jadi ya yang sedang-sedang saja.

– Tamu itu seperti “jenazah”. Sebagai tamu, diatur kemana saja, tamu ya “manut” ama tuan rumahnya. Namanya saja “jenazah”. – Orang berdakwah boleh memberikan syarat tarif, tapi itu akan mengurangi keikhlasan pendakwah.

2a

Sebelum pulang.. Foto dulu ahh.. ^^

Semoga di lain kesempatan, saya bisa lebih teliti mendengar, menulis, dan mereview-nya kembali, amienn.. Hehehe. Semoga bermanfaat yaaaa…



One Response to “Sakit dalam Pandangan Orang Beriman”

Leave a Reply