Jangan Remehkan yang Kecil

Gaya tiap-tiap ustad dalam menyampaikan ilmu itu berbeda-beda. Ada yang ber-basic saint, experience, humor, dan lain-lain. Ustad berdarah timur tengah ini juga memiliki cara penyampaian yang unik. Sebelum memulai kajian, beliau wudlu dulu, ditengah-tengah kajian mengajak para jamaahnya untuk melantunkan sholawat serta istighfar bersama, dan pada sesi terakhir kajiannya, kami dipersilakan untuk bermuhasabah diri diiringi seruan-seruannya, duh jadi terharuuuu..

Kajian Ustad Al-Habsyi kali ini berisi tentang penjelasan Surat Al-Imron, ayat 26 yang berbunyi:

Katakanlah: “Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu”.

Ayat diatas menyatakan bahwa, Alloh bisa dengan mudah memuliakan maupun menghinakan manusia dalam sesaat. Pertanyaan selanjutnya, kapan seseorang dinilai hina oleh Alloh? Yaitu ketika seseorang itu MERASA paling sholeh! (Astagfirullohhhhh..). Padahal hanya “merasa” loh.. Tapi sama Alloh sudah dinilai paling hina :(. (Duh Gusti.. Jauhkan hamba dari “merasa” yang paling dilarang oleh-Mu ini.. Amienn..).

Di akhirat nanti, ada tiga kelompok manusia yang dibangkitkan terlebih dulu, dan masuk neraka lebih dulu pula, siapakah mereka?

6

Mereka adalah orang yang paham Al-Qur`an, orang yang dermawan, dan orang yang berjihad di jalan Alloh. Loh kok bisa? Yup.. Pertamanya saya juga bertanya-tanya.. Kok orang yang “mulia-mulia” seperti ini yang masuk neraka terlebih dulu? Ternyata.. Kelompok manusia ini akan dimasukkan neraka JIKA memiliki sifat sombong, atau melakukan semua kebaikan-kebaikan diatas atas dasar riya atau ingin dipuji sesama. Masya Alloh.. Padahal hanya soal niat ya.. Tapi dari yang paling sepele inilah, ridho Alloh bergantung. Ga usah jauh-jauh, bukankah setan juga dimurkai Alloh HANYA karena sombong?

Contohnya.. Bedanya orang kaya zaman dulu dengan zaman sekarang apa hayo? Kalau orang kaya zaman dulu, mereka yang mendatangi orang miskin, sedekah secara diam-diam, kalau orang kaya zaman sekarang, orang miskinnya yang suruh datang, disuruh antri puanjangggg… Ga sedikit pula orang miskin yang terijak-injak, padahal yang disedekahkan cuma sepuluh ribu. Hmmmm.. Hampir setiap tahun selalu ada saja tragedi seperti ini. Hakekatnya sih bener.. Sedekah.. Tapi caranya salah.. Dan korbannya selalu anak-anak atau pun orang tua yang sudah tak berdaya. Teman-teman pembaca yang dirahmati Alloh, kalau saudara atau tetangga yang ingin melakukan sistem sedekah seperti ini, mohon diingatkan sebisa mungkin ya.. Agar diluruskan niatnya, dan tidak melakukan model sedekah seperti ini. Kasihan..

Selanjutnya Ustad Al-Habsy bercerita tentang seorang preman yang beliau temui, ketika beliau sedang ada tabligh akbar di Palembang. Yang bikin unik, kali itu beliau tidak diundang oleh sesepuh pesantren, atau sesepuh tempat pengajian-pengajian begitu, tapi kali itu beliau diundang oleh sekelompok preman (ini masih berhubungan dengan Surat Al Imron ayat 26, Alloh bisa memuliakan atau menghinakan manusia dalam waktu sesaat. Jangan remehkan sebuah cerita ya, karena ¾ isi Al-Qur`an adalah cerita. Diharapkan, dari cerita-cerita tersebut kita bisa mengambil hikmah yang baik). Waktu dijemput di bandara, Ustad Al Habsy agak takut-takut sih, soalnya baru kali ini diundang preman-preman. Tapi ternyata preman-preman yang menjemput beliau itu berusaha “memuliakan” tamunya. Mereka memakai jubbah, dan penutup kepala ala kyai-kyai. Dan seketika Ustad Al Habsy ngobrol cair dengan mereka (don`t judge book by it`s cover yaaaa). Setelah dijemput, Ustad Al Habsy diajak makan siang di sebuah restoran. Nahhh.. Direstoran ini, Ustad Al Habsy duduk beserta preman-preman yang menjemputnya. Sampai akhirnya,

“Ini kenapa tempat duduk di depan saya kosong ya? Apa takut ama saya?”, tanya ustad kepada asisten preman.

“Sebentar ustad.. Yang berani duduk di depan ustad itu cuma “Imam Besar” kami hehehe..”, jawab asisten preman selengekan.

“Oya? Hehehe.. Ada-ada saja.. Memang seperti apa rekam jejak “Imam Besar”mu itu?”, tanya ustad penasaran.

“Bihhhhh.. “Imam Besar” kami itu keren tad.. Tidak ada kejahatan yang tidak beliau kerjakan, hehehe. InsyAlloh matinya  susah itu tad…”, lanjut asisten preman

“Hush! Perkara mati itu urusan Alloh.. Kita hanya berhak mendoakan yang baik.. Kita ga boleh menghakimi”, tukas ustad.

“Lha emang iya tad.. Semua kejahatan udah pernah dilakukan Imam Besar kami, pasti matinya ga bisa khusnul khotimah itu tad, hehehe..”, seru si preman.

“Misteri kematian itu ada tiga kawan, umur, sebab, dan tempat. Kita ga akan pernah tahu kematian akan menghampiri di usia keberapa. Kita juga tidak tahu, sebab musababnya kita berpulang, dan kita tidak tahu pula, tempat terakhir kita bernafas, jadi ya wajib bagi kita untuk melakukakan hal-hal yang baik sepanjang sisa umur kita”, terang ustad.

“Oke ustad.. Hehehe”, cetus asisten preman.

Tak beberapa lama.. “Imam Besar” preman pun datang. Dan memang aura pemimpin itu memang luar biasa, penuh kharismatik.

“Selamat siang ustad…”, seru Imam besar dengan sangat sopan.

“Selamat siang Bang, gimana kabarnya?”, jawab ustad.

“Alhamdulillah.. Begini-begini aja ustad”, lanjut Imam Besar preman. Setelah makan siang dan mengobrol panjang lebar, tanpa ada angin dan hujan, tiba-tiba “Imam Besar preman” ini minta didoakan Ustad Al Habsy agar bisa mati khusnul khotimah.

“Ustad, doakan saya ya, agar saya bisa mati khusnul khotimah. Saya tahu, itu adalah hal yang susah ustad, mengingat perbuatan saya selama ini yang sudah sangat keterlaluan, tak termaafkan. Mungkin, jika ada orang yang paling banyak dosanya, sayalah orangnya tad”, kata “Imam Besar” preman itu, yang tanpa sadar, bahwa saat itulah Alloh memuliakan dirinya karena sikap MERASAnya.

“Iya.. Jangan putus asa Bang, tetaplah berbuat baik sebagai alat penghapus dosa”, kata ustad menyemangati.

Besoknya, Ustad Al-Habsy di telpon oleh asisten preman, dan mengabarkan bahwa si “Imam Besar” preman telah meninggal, dalam keadaan dan tempat yang sangat baik. Si “Imam Besar” preman meninggal di masjid dalam keadaan sedang bersujud (padahal sujud adalah jarak terdekat seorang hamba kepada Tuhannya) Subhanallohhhhh..

Sebagai manusia biasa, kita bisa menyimpulkan seseorang mati khusnul khotimah dengan tiga cara, hari terakhir apa menghadap Alloh (insyAlloh meninggal di malam Jum’at hingga hari Jum`at itu baik), perbuatan terakhir apa yang dilakukan, dan kalimat terakhir apa yang diucapkan. InsyAlloh si “Imam Besar” preman ini meninggal secara khusnul khotimah karena di terakhir nafasnya, dia tengah sholat (berdoa kepada Alloh). Yang dilihat Alloh itu memang “akhirnya”. Dan Alloh ga akan memberikan “tiket” khusnul khotimah secara cuma-cuma. Sedangkan “akhir” dari manusia tetap selalu menjadi misteri, untuk itulah kita dianjurkan untuk berbuat baik setiap saat. Happy ending selalu jadi idaman umat muslim ya.. ^_^

Usut punya usut, alasan “Imam Besar” preman ini mendapat kemuliaan khusnul khotimah, juga karena selama sisa umurnya, dia mengamalkan 1 hadist secara 100%, yaitu “Siapa yang suka memberikan 1 kemudahan bagi saudara muslim, maka akan mendapat 2 kemudahan di akhirat”. Tetangganya bersumpah, bahwa “Imam Besar” preman ini memiliki watak yang baik. Ketika anak si tetangga sedang sakit keras di tengah malam, si tetangga mencoba meminjam mobil kepada orang muslim yang terkenal kaya raya di desanya. Tak tahunya, permintaan si tetangga ditolak mentah-mentah, bahkan si kaya raya marah besar karena mereka merasa terganggu dengan permintaan tetangga tersebut. Demi anak, akhirnya si tetangga memberanikan diri meminjam mobil kepada “Imam Besar” preman. Tak diduga, si “Imam Besar” preman dengan lemah lembut mempersilakan si tetangga masuk, kemudian meminjamkan mobilnya, kemudian membayari semua biaya pengobatan tetangganya, subhanallohhhh.. So sweet banget yaaaa.. Pantesan meninggalnya khusnul khotimah gitu..

Rahmad Alloh itu luassssss.. Lebih luas daripada azabnya. Kita hanya bisa masuk surga karena mendapat rahmadnya.. (suamiku.. namamu disebut-sebut terus lho ini.. semoga kamu dan keluarga kita dirahmati Alloh ya.. sama seperti namamu.. aamiieennn.. hehehe). Jangan pernah remehkan hal kecil. Terus berkawan dengan orang-orang baik.. Karena bisa jadi, doa-doa mereka yang mampu meringankan dosa-dosa kita. Subhanallohhh..

11

Oiya.. Ustad Al Habsy lagi buat film yang akan tayang serentak di bioskop-bioskop besar di Indonesia tanggal 2 April 2015. Film tersebut dibuat untuk menjawab kegelisahan beliau tentang banyaknya anak-anak yang durhaka kepada orang tuanya. Film ini dibuat karena kesedihan beliau yang melihat fenomena begitu banyaknya orang tua yang terluka karena perilaku anaknya yang acuh dan tak sopan. Pernah mikir ga, kenapa bencana alam di Indonesia tak berkesudahan? Ingat ga kisah zaman Nabi Nuh yang mengalami banjir besar, yang seluruh bumi ditenggelamkan kecuali yang naik kapal Nabi Nuh? Itu dikarenakan, pada zaman Nabi Nuh, ada seorang anak yang durhaka kepada bapaknya, makanya Alloh murka. Siapa dia? Dialah anak Nabi Nuh sendiri.. Nah.. Bisa kebayang kan sekarang? Dulu ada yang durhaka satu orang kepada bapaknya saja, Alloh murkanya bukan main! Sekarang, berapa banyak orang yang memenjarakan ibunya sendiri, berapa banyak yang membunuh orang tuanya sendiri, naudzubillahhh..

Yuk ramai-ramai nonton film beliau yang berjudul “Ada Surga di Rumahku”. Beli juga cd maupun buku-buku beliau yang original ya! Kebetulan beliau sedang dalam proses pembebasan lahan sebesar 20 hektar yang akan dijadikan tempat untuk berjuang di jalan Alloh. Keren yah si ustad.. Sebisa mungkin ga “minta” karena fitnahnya yang mengerikan. Beliau lebih memilih untuk menjual karyanya. Semoga bisa cepat terkumpul ya ustad..

Bismillahhh.. Perbaiki niat.. Jauhi Ujub.. Jauhi Sombong.. Bismillahhhh..

*NB: Ilmu itu seperti buruan.. Cara mengikatnya adalah dengan mencatatnya, menulisnya. “Buruan” inilah yang dapat saya “ikat” selama kajian berlangsung. Semoga tulisan saya ini bermanfaat ya.. Dan semoga saya terjauhkan dari sikap “merasa” paling sholihah.. Amien..



4 Responses to “Jangan Remehkan yang Kecil”

  • Qonita Says:

    bener banget itu masuk surga krn rahmad Allah.
    aq pernah denger sebuah kisah. ada orang yg menyendiri di gunung. hidupnya cuma utk beribadah. akhirnya dia masuk surga dan Allah bilang krn rahmad Allah. eh dia g trima. katanya aq kan beribadah terus ya Allah harusnya aq msuk surga krn ibadahku. Allah menyuruh malaikat utk menimbang ulang smua nikmat Allah dibandingkan dengan ibadahnya. eh ternyata lbh besar nikmat Allah. dikeluarkan dia dr surga dan dimasukkan ke neraka. naudzubillah. hufftt kok jd ikutan crita heheeh
    thx 4 share ya ririn.

  • diva Says:

    walaaaaahhhhh.. sombong dan ga bersyukur bgt ya mbak tu orang.. kasihan.. udah susah2 menyendiri akhirnya masuk neraka juga.. astagfirullohhhh.. -_-“

  • Wong ngarit Says:

    Amin Ya Rabb… InsyaAllah tulisan ini bermanfaat. Duh lama banget ga mampir blog ini..

  • diva Says:

    hihihi.. pake nama kok aneh2 wong ayu.. Aemmieenn.. memang semoga bermanfaat.. ^^

Leave a Reply