Adab-Adab Bersuci

Islam adalah agama yang sempurna. Tak ada yang tak dibahas dalam Islam, soal besar maupun soal kecil. Hal ini agar kita memiliki panduan dan kejelasan dalam menjalani kehidupan. Kali ini saya akan berusaha mentransfer catatan kajian saya dari Ustad Abi Makki, yang berisi tentang adab-adab bersuci dari membuang hajat besar dan kecil untuk pembaca yang dirahmati oleh Alloh.

1. Melepas cincin

Saya baru tahu, hukum laki-laki memakai cincin itu ternyata sunah. Kok bisa sunah? Karena dulu Nabi Muhammad memakai cincin yang berfungsi sebagai stempel.  Jadi kalau sekarang laki-laki pakai cincin, boleh-boleh saja, asal tidak berlebihan dengan kelima jari dipakaikan cincin semua, wkwkwk. Pantasan bapak saya punya banyak cincin ya, kirain buat apa bapak-bapak ini punya banyak cincin, eh baru tahu ternyata hukumnya sunah. Oiya, sekarang juga lagi booming penjualan batu-batu akik kan? Boleh juga tuh hukum sunah dijadikan ”senjata” untuk merayu kolektor akik, hehehe. Nah, kalau masuk kamar mandi dan hendak membersihkan hajat besar maupun hajat kecil, hukum melepas cincin adalah sunah. Tapi hati-hati kelupaan ya! Barang-barang beginian sering banget ketinggalan di kamar mandi.

2. Baca Doa Sebelum Masuk Kamar Mandi

Kamar mandi memang tempat yang “kotor”, tempat yang disenangi jin dan sejenisnya. Untuk itulah kita disunahkan untuk membaca doa sebelum masuk.

Bismillaahi Allaahumma Innii A’udzu Bika Minal Khubutsi wal Khabaaitsi

Artinya: Dengan menyebut nama Allah. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari setan laki-laki dan setan perempuan.

3. Baca Doa Ketika Keluar dari Kamar Mandi

Ghufraanaka

Artinya: Aku mohon ampunan-Mu, Ya Allah.

Kenapa kok keluar kamar mandi doanya “ampuni aku”? Karena didalam toilet kita dilarang berdzikir, makanya kita meminta maaf kepada Alloh karena telah “melupakan” sejenak.

4. Alat Pembersih yang Paling baik adalah Air

Sudah tidak diragukan lagi ya judulnya? Saya sebagai orang Indonesia memang terbiasa membersihkan “semuanya” dengan air. Caranya, tangan kiri (dilarang pakai tangan kanan ya, kecuali mungkin yang tangan kirinya sedang bermasalah) kita harus basah dulu, baru membersihkan (maaf) kemaluan atau dubur, jadi sama-sama basahnya.

Jika tak ada air, maka bisa menggunakan batu. Caranya, diusap hingga tiga kali.

5. Tak Terdengar dan Tidak Berbau

Tips mengeluarkan hajat agar tak terdengar adalah, nyalain saja air krannya, hehehe, Insya Alloh efektif. Bagaimana dengan bau? Ya cukup disabun atau menggunakan pewangi ruangan sesudahnya. Biar praktis, bisa juga bawa parfum kemana-mana, jadi setelah buang hajat ditempat umum, tinggal semprot deh. Wangiiii.

6. Dilarang Berbincang-Bincang

Ini perilaku yang sering kita temui saat di kamar mandi pusat perbelanjaan. Satu sama lain pengguna kamar mandi saling ngobrol, padahal hal tersebut sebenarnya mengganggu orang yang mengantri.

7. Larangan Menghadap Kiblat saat Buang Hajat

Disini ada 3 pendapat ulama.

a. Golongan yang pertama adalah golongan saklek, alias ga bisa menerima alasan apa pun. Jadi kalau beli rumah kemudian jambannya menghadap kiblat ya harus dibongkar.

b. Golongan yang kedua menyatakan tidak boleh menghadap kiblat tanpa pembatas di padang pasir, jadi arahnya kalau tidak ke kanan ya ke kiri.

c. Golongan yang ketiga menyatakan boleh menghadap kiblat asal tempat jambannya ada pembatasnya.

Selama saya di Indonesia, saya jarang sekali menemui jamban yang menghadap kiblat, Alhamdulillah.

8. Cara Duduk

Posisi yang dianjurkan ketika buang hajat adalah posisi jongkok. Menurut penelitian sih memang ini posisi yang terbaik, jadi semua yang memang “harus” dikeluarkan bisa dikeluarkan. Tapi zaman sekarang jarang banget rumahnya pake toilet jongkok ya? Hmmm.. Saya pernah lihat video sih, bagaimana cara mengakali toilet duduk, agar fungsinya bisa seefektif toilet jongkok. Yaitu dengan meletakkan kedua kaki kita pada kursi plastik pendek yang biasanya jadi dudukan ibu-ibu mencuci baju, hehehe. Jadi kedua paha bisa lebih menekan perut untuk mengelurkan apa yang harus dikeluarkan, hehe. Selamat mencoba!

9. Jauhi Perbuatan yang Dikutuk Orang

Jauhi perbuatan yang dikutuk orang sehubungan dengan buang hajat ini. Jangan buang hajat di tempat lalu lalang orang (biasanya suka kecium bau pesing di terminal, stasiun, nah.. hati-hati pak dikutuk orang lho), tempat berteduh (plisssss.. jangan kencing di halte-halte juga donk.. ini sudah tahun 2015 kali!), dan jangan buang hajat di dekat sumber mata air atau air tergenang.

 

Sebagai orang Muslim, kita wajib memperhatikan tempat, bagaimana, serta cara buang hajat. Orang banyak kena azad kubur karena najis ini, maka bersihkan kemaluan dan tempat yang dikencingi sebersih-bersihnya (menghilangkan jejak).

Dari Abu Hurairah, Ia berkata : Telah bersabda Rasullullah SAW,”Bersucilah dari kencing karena umumnya adzab qubur adalah dengan sebabnya”.

Wallahuallam.. Semoga kita termasuk orang-orang yang sudah benar dan baik dalam membersihkan diri. Aaamiiieenn.



2 Responses to “Adab-Adab Bersuci”

  • Iza Says:

    Tulisannya selalu super buatq. bahasanya ringan tp mengena. btw, dijelaskan jg g ma ustadnya cincin yg dimaksud itu cincin dr emas ato yg lain? soalnya aq pernah dgr klo cincin dr emas, hukumnya haram buat cowok. dan ternyata jg ada alasannya knp haram. Wallahuaklam. 😉

  • diva Says:

    Alhamdulillahh.. semoga bermanfaat.. pas kajian ini ga dijelasin sih mbak cincin terbuat dari apa.. Tapi setauku emas memang hanya dipakai kaum hawa.. hehe..

Leave a Reply