Apa Sich Ikon Indonesia?

Setelah berkeliling ke negeri tetangga dan melihat secuil keindahan Indonesia, ada pertanyaan yang cukup mengusik pikiranku sebagai warga negara yang peduli pada ibu pertiwi. Sebenernya apa sie ikon Indonesia yang pasti? Seperti orang yang kebingungan memilih barang-barang bagus, saking banyaknya, terkadang pilihan-pilihan tersebut menjadi tidak sesuai dengan harapan. Sempet iri dengan negara-negara lain yang bangga dengan ikon “pasti”, yang mereka bentuk sendiri. Singapore terkenal dengan ikon Merlionnya. Kemana-mana selalu ada patung berkepala singa dan tubuh ikan yang konon, di Singapore pernah ditemukan makhluk unik seperti ini. Entah mengapa, mereka pede menjadikan makhluk ini menjadi ikon yang setiap orang bangga mengabadikan bentuknya sebagai oleh2 hasil kunjungan wisatawan (padahal yo biasa ae….gitu aku juga ikut2an foto..xixixi..).

DSCN2686

Negeri tetangga yang menyebut negeri kita dengan sebutan “Indonesial” akhir-akhir ini juga gencar mempromosikan ikonnya. “Malingsia”, eh maksudku Malaysia (hehehe…warga Malaysia… jangan marah ya kalo baca tulisan ku… Ayo diskusi baik2 aja… ) bangga dengan bangunan baru nya sebagai pencakar langit, Petronas Twin Towers. Memiliki ketinggian 452 m dari 3 skyscraper terbesar dunia. Petronas Twin Towers merupakan bagian dari Kuala Lumpur City Center, yang meliputi pusat perbelanjaan raksasa (hanya itu yang aku lihat, pusat perbelanjaan… foto di dalamnya berasa kayak foto di TePe -_-“).DSCN2832 Beralih ke negara yang lain. Thailand. Memiliki kondisi cuaca yang yang hampir sama dengan Indonesia, bedanya disana banyak yang berwajah putih seperti suku Cina, dan susah sekali mencari makanan halal (rata-rata mengandung minyak babi). Thailand terkenal dengan sebutan Gajah Putihnya. Sovenir-sovenir yang dijual pun berhubungan dengan gajah (padahal sewaktu aku disana gda gajah yang berwarna putih low…).

DSCN2783

DSCN2789Menilik negara yang agak jauh, Mesir. Hanya Piramida yang menjadi ikon mereka, karena sumber kekuatan negara mereka ada disini. Bangunan yang fungsinya seperti pura ataupun kuburan Cina yang menjulang tinggi berisi barang-barang pemiliknya (dan yang bisa membuat Piramid sebegitu besarnya hanyalah raja), itulah Piramida. Entah bagaimana orang zaman dulu menata setiap batu dari yang paling besar hingga paling kecil, dan bertahan cukup hebat bergulat dengan waktu. Untuk itulah Piramida asal Mesir ini masuk dalam jajaran keajaiban dunia. DSCF3562

DSCF3544

Ngomong-ngomong tentang keajaiban dunia, bagaimana dengan potensi yang ada di Indonesia sendiri? Masihkah Borobudur menjadi salah satu keajaiban dunia seperti yang pernah kita dengar sewaktu kita SD atau SMP (karena pada waktu itu, atlas Indonesia di halaman belakang, Borobudur jelas masuk dalam salah satu bangunan yang ajaib)? Kok semakin lama semakin tidak tercium baunya. Setelah browsing di www.indonesia.go.id, Borobudur memang masih menjadi salah satu keajaiban dunia. Popularitas Candi Borobudur memang naik-turun, apalagi saat ada jajak pendapat melalui pesan pendek tentang ketenaran tujuh bangunan keajaiban dunia, dan oleh penyelenggara jajak pendapat itu Candi Borobudur dinyatakan tidak termasuk dalam keajaiban dunia (melas ya ?). Pihak UNESCO pun tidak mencabut predikat itu dari kita (jadi intinya kita harus tetap mendukung gerakan Borobudur Termasuk Keajaiban Dunia).

P5230168

Okelah kalau misalnya Borobudur tetap menjadi bangunan yang penuh keajaiban, tapi rasanya ada yang lebih “Indonesia” dweh dalam mempopulerkan ikon warisan budaya. Jika ditanya oleh orang-orang bule tentang apa yang ada di Indonesia, kita cukup kesulitan. Selain sangat banyak, orang-orang bule itu pasti akan mendapatkan jawaban yang berbeda-beda dari orang Indonesia sendiri. Misalnya yang ditanyai orang jakarta, pasti jawabannya “Tugu Monas”. Kalo yang ditanyai orang Surabaya, pasti jawabannya huruf “S” nya yang terdiri dari Sura dan Buaya beserta legendanya (bener ga sie ini yang ditawarkan Surabaya? Setau ku kok ini ya? Karena bukan berasal dari Surabaya, aku gag tau dweh…hehehe..). Kalo yang ditanyai orang Yogja jawabnya ya Borobudur dan Prambanan. Beda lagi kalo yang ditanyain orang NTT, pasti jawabnya komodo (binatang reptil yang satu ini sedang diusahakan statusnya sebagai keajaiban dunia, karena dia termasuk peninggalan sejarah dan cuman ada di Indonesia low). Orang Bali pasti menjawab Bali sendiri yang jadi ikon Indonesia (dulu jamannya pak Soekarno kan Bali=Indonesia).

Ini yang sempat mengusik pikiranku. Kok rasanya ga da konvensi antar wilayah ya (kayak gag kompak gitu)? Dimaklumi Indonesia adalah negara yang sangat luas, terdiri dari beraneka ragam budaya yang bisa saja, mencomot salah satu untuk dijadikan ikon Indonesia seutuhnya. Tapi ternyata pandanganku salah, kebudayaan nasional merupakan sari-sari kebudayaan daerah. Sehingga ketika menunjuk satu ikon saja, berarti Pemerintah hanya menunjuk satu wilayah dari berpuluh-puluh wilayah yang ada di Indonesia (eman dunk). Ikon Indonesia sendiri tidak bersifat tunggal, karena tidak bersifat tunggal itulah sehingga banyak yang ditawarkan, jadi multikulturalisme (tapi kok rasanya masih kebingungan ya? Lha bingung kenapa bingung Difana? Itu bagus gag sie sebenarnya? Karena banyak yang ditawarkan jadi bingung…-monolog mode on-). Ya jawabannya bagus (kelanjutan dari monologku…xixixi..)!! Itu berarti, banyak alternatif menjadikan Indonesia sebagai Negara yang ikonnya sangat banyak (keren ya…. ada batik, komodo, pulau yang indah, bangunan yang ajaib, dll yang sekiranya ak belum tau).

Kekuatan media memiliki peran yang penting dalam mengkonstruksi ikon sebuah negara. Contoh kangguru, di Ausie terkenal dengan kanggurunya. Media massa menyoroti itu, dan dunia memberikan feedback yang menyetujui status Ausie=kangguru. Padahal papua sendiri (yang termasuk wilayah Indonesia paling ujung) jg ada. Jadi, iklan ini penting dalam mempromosikan sebuah produk. Maka, munculnya perseteruan Tari Pendet dalam iklan pariwisata Malaysia itu sempat membikin heboh warga Indonesia, Bali terutama (ya iyalah, tariannya low pake baju dodotan, masak negara Malaysia yang notabene “Islam banget” ada tradisi menari seperti itu). Iklan “Visit Indonesia” yang bersimbol Garuda itu menurutku kok kurang menarik ya? Cuma nunjukkin warna-warni garuda doank. Padahal iklan itu sangat berpengaruh. Semoga tahun depan iklannya lebih seeeppp….

Hm… Jadi bingung… Kertosono terkenal dengan apanya ya? (Terkenal karena ada aku nya aja dweh…xixixixi.. iklan ya…). Setelah membaca ulasanku diatas, ikon apa yang yang ada di daerahmu yang sekiranya bisa kamu sumbangkan untuk Indonesia? ^_^



13 Responses to “Apa Sich Ikon Indonesia?”

  • cencen Says:

    Beauty in Diversity.. ( tanya Laila pasti dong tuh anak )

    Ya beginilah Indonesia.. Berbeda tetapi satu jua.. gak ada habis habisnya sebenernya bahas Indonesia.. Negara yang “harusnya” sangat indah dan kaya.. Wah harus lebih mencintai negeri sendiri nie.. suatu saat TIWULE akan jadi icon “PD mode : ON: ;p
    cek ini deh..

    http://menteridesainindonesia.blogspot.com/2009/02/1ndonesia-sebuah-visi-final-kdri.html

  • indah faruk Says:

    hehehe..
    jangan tanya lagi.
    kalo dari daerahku [tanah tempat ak dilahirkan], banyak yang bisa di promosikan dif.
    soto madura.
    batik madura.
    sate madura.
    karapan sapi.

    kalo kediri kan bisa makanan khas e… tahu kuning kan terkenal.

    tapi,,,
    kalo apa yang mau disumbangin ke indonesia untuk jadi icon, itu kayak e sulit deh. kalo mau nanya per daerah. tau sendiri kan propinsi di Indonesia aja banyak.. tentunya dengan berbagai macam potensi wilayah yang ada. [keseringan surve nyari potensi wilayah nih!]

    hehehe,,,

    PS: enak ya bisa jalan2 keluar.. hiks. MUPENG.. besok2 aku usul studio ditempatku ke luar negri aja dah..

  • R.N. Bayu Aji Says:

    Ikon Korupsi gimana,,,,,,,, he,,he,,,,,

    kalo Surabaya ya Pahlawan,,,,,

  • dolfi Says:

    hm… keren 🙂

    kok wis iso diakses lagi blogmu?
    abis dibajak orang malay ?

  • diva Says:

    @cencen:tiwule jadi ikon??boleh2..pokoke aku digratisi satu ya?hehhee… udah tak buka link nya..isinya keren2 ya..kaosnya..gapura pertaminanya…wah…bisa jadi ikon indonesia yg baru twuh klo terwujud…
    @kenyot:mau aku diceritain gmn survey mu yang kemana-mana… 🙂
    @mas bay:ikon korupsi?waduh…yang positif dunk mas…gag maju2 lek ndelok elek`e.. surabaya=kota pahlawan..masak gitu thok?trus??
    @mas dop:wey…tumben mas ku siji iki ngelem…hehehe…suwun yo mas ganteng..(mugo2 gag dosa soale ngapusi)
    iyo…kemarin sempet down servernya…ngenteni artikel2 ku ya?? :p

  • laila Says:

    @cencen: laila siapa ni? haha….Beauty in Diversity….RAKA-RAKI banget! btw, pantesan tak tawarin lowongan diam saja, lhawong situ udah berjaya dengan TIWULE! =D @ Diva: yaya….bukan karena Indonesia kagak punya simbol, tapi karena Indonesia terlalu banyak memiliki keindahan…=D jadinya, bingung deh….

  • diva Says:

    @laila:iya…sangat banyak…kita orang Indonesia nya sendiri aja masih belum memahaminya… >_<

  • Dian Indah Shofarini Says:

    difana,,
    oke-oke… tunggu dipostingan saya selanjutnya yaaaa…

    laila,,
    bener banget tuuu… saking bingungnya malah ntar kalo dijadiin icon rebutan semua lak an…

  • rio jayusman Says:

    itulah bedanya negara kita dengan singapura maupun dengan negara lain di dunia pada umumnya, perbedan baik dari segi geografis, sejarah, serta kultur sosialnya.

    dari segi geografis negara kita berbentuk kepulauan, beda dengan singapura, thailand yag lebih berbentuk darata.

    trus mungkin teman2 bertanya, tapi jepang bisa kok memunculkan ikon negaranya seperti samurai kimono dll, gimana dong?

    nah sejarah lah yang kemudian menjawabnya, negara kita punya sedikit sejarah yang berbeda dengan jepang, klo jepang dengan sejarah nya sudah membentuk sebuah kekaisaran sejak lama, dan bertahan sampai saat ini sehingga bisa menyatukan jepang, berbeda dengan Indonesia yang memag dari dulu berdiri banyak kerajaan dan silih berganti gugur dan berkuasa.

    Bayangkan kita baru merdeka 1945, dan itupun sulit membuat ikon secara nasional (kecuali bendera, bahasa dan lagu Indonesia Raya) karena kita sudah punya kebanggaan kedaerahan yang memang cukup kuat, dan sekali lagi memang kultur setiap daerah di Indonesia itu berbeda, orang melayu berbeda dengan Batak, Bugis, Dayak ataupun Irian.

    Lantas pertanyaannya apakah kita bisa membuat suatu ikon nasional?

    kalau menurut saya itulah ke khasan negara kita; mungkin bukan ikon nasional yang seharusnya coba kita bangun, tapi bagaimana kebanggaan kita terhadap semua budaya bangsa dan ikon2 di masing2 daerah (seperti keris mungkin di jawa; gajah di sumatera, ataupun, orang utan di kalimantan) tetap kita jaga dan kita hargai sebagai keberagaman ikon di Indonesia, dan tidak sampai diambil oleh negara lain.

    itu sich menurut saya……

    klo salah jangan di hia2 ya teman2 ku…

    dan untuk difana makasih ya udah diperbolehkan nulis pendapat disini…

    wassalam

  • diva Says:

    @kenyot:siiipppp….. ^_^
    @rio:makasie ya untuk berbagi wawasan..ngomongin jepang yang berbentuk kekhaisaran, enak kali ya kalo indonesia masih berbentuk kerajaan… ^^

  • emm Says:

    aku suka slogan ini : garuda di dadaku…jadi aku pilih garuda. akir2 ini pamor indonesia lagi naek kena imbas buku “eat pray love”…kalo dari buku itu ikon terbesar indonesia, ya bali…btw dif km kecil2 kok udah keliling dunia gini…..ckckck…

  • diva Says:

    @mbk emma:halah mbak cuma ke beberapa negara aja kok… 😉
    kecil??aku dah tua mbak..tapi emng porsi badan g bisa ditambah nie.. 🙁

Leave a Reply