Hallo Ramadhan!

Alhamdulillah.. Di Jum`at pagi kemarin, saya berkesempatan mengikuti kajian Ustad Fatih Karim. Seorang ustad yang namanya saya ketahui dari kajian Ustad Felix. Jika pembaca sempat membaca catatan saya tentang isi kajian Ustad Felix beberapa waktu yang lalu, tentu sudah tahu siapa Ustad Fatih Karim ini. Beliau adalah jembatan Ustad Felix dalam menemukan agama sempurna Alloh. Perbincangan 13 tahun yang lalu, selama ba`da Isya hingga Subuh di antara mereka, telah membuat Ustad Felix yang keturunan Tionghoa ini menyatakan syahadatnya *hik *lap *airmata.

us

Benar kata Ustad Felix, Ustad Fatih Karim ini terlihat seperti bukan ustad, hehehe.. Perawakannya sedang, tidak kurus dan tidak gemuk, tidak tinggi tapi juga tidak pendek, kulitnya sawo matang, tatapannya serius laksana seorang dosen (cieeeee.. gitu banget ya bahasa saya, hehehe). Tapi suara dan bahasanya menggelegar. Menurut saya, Ustad Fatih Karim ini termasuk salah satu penduduk surga (amien) yang terkaget-kaget dengan amalnya. Ya gimana ga terkaget-kaget, ilmu yang dimilikinya diserap, dihayati, dan diamalkan oleh Ustad Felix. Seorang mualaf yang kini sangat gigih berjuang di jalan Alloh dengan aktif berdakwah dan menulis buku Islami yang hampir selalu jadi best seller. Karena Ustad Fatih Karim yang berhasil mencerahkan Ustad Felix, maka segala kebaikan yang dilakukan Ustad Felix pun akan mengalir ke tabungan akhiratnya Ustad Fatih Karim. Masya Alloh…

“Syahadatnya Ustad Felix itu tidak main-main. Proses pencarian Islamnya tak mudah dan butuh waktu yang tak sebentar. Islamnya bukan Islam warisan seperti kita. Tapi karena aqidahnya kuat, kini hafalannya lebih banyak dari saya. Medan dakwahnya melanglang buana keliling dunia, sedangkan saya masih di seputar Indonesia saja. Dia sudah menulis sembilan buku, saya satu saja belum. Anaknya empat, saya masih satu. Dan booking kajiannya Ustad Felix harus delapan bulan sebelumnya”, tandas Ustad Fatih Karim sambil tersenyum. Semoga Alloh selalu menyayangi mereka berdua, dan menjauhkan mereka dari kesombongan, amien.

Alhamdulillah.. Kita dipertemukan di bulan yang sangat mulia ini, Ramadhan. Tak semua orang diijinkan untuk merasakan bulan yang istimewa ini setiap tahunnya. Ada salah satu cara mensyukuri pertemuan kita dengan bulan Ramadhan yaitu dengan memperbaiki kualitas diri. Jika tahun lalu target kita mengkhatamkan Al-Qur`an, maka tahun ini sedikit demi sedikit mulai menambah hafalan surat-suratnya (Diffff…. Hafalanmu.. Tambah donk.. Jangan ngomong doank.. Iyaaaa..) .

Aqidah = Iman = Akar

Iman dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) artinya percaya. Jika iman kita kuat, akarnya kuat, maka bagaimana pun dahsyatnya angin menggoyang, tak akan jadi masalah. Nabi kita berdakwah selama 13 tahun di Mekah hanya fokus pada iman! Bukan puasa, sedekah, dan lain-lain. Bahkan ketika Aisyah, istri rasul yang terakhir, ditanya oleh sahabat rasul,”Apa yang pertama diajarkan Rasul padamu ya Aisyah?”

Jawabnya adalah,“Rasul mengajari aku tentang iman terlebih dahulu, baru kemudian halal dan haram. Jika halal dan haram diajarkan terlebih dahulu, niscaya akan kutinggalkan Islam.”

Kenapa meninggalkan Islam? Karena terlalu banyak yang halal dan haram. Tapi Rasul adalah sebaik-baik pengajar. Beliau tahu mana yang harus didahulukan. Jika kita sudah percaya kepada Alloh, semua bisa dilalui dengan mudah.

Ada tiga level manusia jika mendapat musibah:

  1. Mengeluh;
  2. Bersabar dan menerima dengan berat hati;
  3. Berterima kasih kepada Alloh, dan menerima segala ujian dengan senang hati, karena yakin bahwa semua sudah ketetapan Alloh. Huhuhu.. Tentu di level ini hanya dimiliki oleh sebagian kecil orang saja.

Apa yang membedakan tiga level tersebut? Tak lain dan tak bukan adalah karena iman! Karena percaya! Contoh studi kasus, suaminya di PHK, orang yang ga beriman pasti akan sedih, bahkan tak sedikit mengalami kesetresan. Itu karena dia tak punya iman, atau imannya ga kuat. Dia lupa bahwa yang memberikan rizki itu hakekatnya bukan perusahaannya, melainkan Alloh, zat yang menciptakan dan menuliskan takdir bagi tiap-tiap mahkluknya. Sebaliknya, jika orang beriman yang mengalami PHK, pasti akan menerima dengan lapang dada,”Saya yakin pasti Alloh punya rencana yang lebih baik dari ini.” Masya Allohhhh.. Kalau sudah percaya itu memang nikmat ya? Apa-apa ga jadi sakit hati, karena memang semua kehendak Alloh.

Trus kenapa di Indonesia banyak sekali kebejatan moral? Padahal Indonesia adalah negara mayoritas berpenduduk muslim terbesar. Penguasanya pun tak pernah tak muslim. Dari jaman Soekarno hingga Jokowi, semua muslim. Jawabannya balik lagi, karena imannya ga kuat. Ga percaya dengan ketentuan-ketentuan Alloh yang tertera jelas dalam AL-Qur`an. Karena imannya ga kuat, umat Islam mudah untuk diserang dalam pemikiran dan pemurtadan melalui proses pernikahan, bagi-bagi sembako, dan lain-lain. Menurut data-data yang diperoleh, ada sekitar 2,5 juta perempuan di Indonesia yang melakukan aborsi. Lebih parah dari jaman Jahiliyah ya? Dulu bayi yang baru saja dilahirkan, masih bisa bernafas beberapa menit di dunia. Jika dilihat kelaminnya berjenis perempuan, maka bayi tersebut dibunuh. Lha sekarang? Masih berapa bulan saja sudah dibunuh di dalam kandungan. Naudzubillah.. Seks bebas dimana-mana, bahkan menurut data yang berhasil dihimpun kemarin, ada sekitar 62% anak SMP sudah pernah berciuman, dan lain sebagainya. Padahal jika riba dan zina dihalalkan di suatu negara berarti negara tersebut menantang azab Alloh. Huhuhu.. Ngeri yaaa..

Maka dari itu, Ustad Fatih Karim mendirikan Yayasan Cinta Al-Qur`an yang mengajarkan metode belajar membaca Al-Qur`an dengan waktu hanya delapan jam langsung bisa. Dengan bisa membaca Al-Qur`an, diharapkan keimanan pembacanya semakin kokoh menghujam jiwa. Al Qur`an kan “surat cinta” Alloh kepada kita? Kalau kita di kasih surat cinta dari “Kekasih” pasti senang kan? Meski berbeda bahasa dengan keseharian kita, kita pasti akan mencoba untuk belajar bahasa “Kekasih” kita, berusaha memahami arti surat cinta tersebut. Makanya hati-hati dengan tontonan, tuntunan, bacaan, dan lingkungan. Semoga Alloh melindungi kita dari hal-hal yang dapat menyesatkan kita, amien.

Oiya, Ustad Fatih Karim ini sudah menyimpan tiga kain kafan dalam lemari bajunya, sekaligus kapasnya! Satu untuk dirinya, satu untuk istrinya, dan satu lagi untuk anaknya (Ya Alloh.. Siap banget ini orangggg… Bekal saya masih sedikit nih ustad, huhuhu). Pernah suatu waktu, beliau mematikan lampu kamar, mencoba mengkafani dirinya sendiri, lengkap dengan menempelkan kapas di hidung dan telinganya. Masya Alloh… Katanya dia langsung menangis tersedu-sedu, dan hatinya tiba-tiba melembut. Betapa semua pasti akan kembali kepada-Nya. Bagaimana pun cantiknya, bagaimana pun gantengnya, bagaimana pun pintar dan kayanya, bagaimana pun baik dan buruknya orang tersebut, pasti akan wafat, hanya menunggu waktu saja..

Innalillahi wa innailaihirojiun..

Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya-lah kami kembali..



2 Responses to “Hallo Ramadhan!”

Leave a Reply