Kapan Haji?

Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah; Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam. (Ali-Imron : 97)

Karena sebentar lagi bulan haji, maka tema kajian Mamah Dedeh kali ini membahas tentang haji. Duhhhh.. Jadi pengen banget kesanaaaa. Hikkk.. Semoga saya beserta suami serta teman-teman pembaca yang dirahmati Alloh ini segera dimampukan untuk kesana. Aaammiieenn..

Haji termasuk dalam rukun Islam nomer 5 yang salah satu syaratnya adalah mampu. Mampu atau sanggup sendiri memiliki 2 maksud:

1. Mampu dengan sendirinya

Maksud dari kriteria “mampu dengan sendirinya” adalah, apabila memiliki tabungan yang cukup dan badan masih sehat, haji harus disegerakan, jangan ditunda-tunda lagi. Karena ditakutkan tahun depan tidak semampu tahun ini atau kesehatan tak sesehat tahun ini. Jika kondisinya mampu dan sehat tapi merasa tidak dipanggil, plis deh ya.. Alloh, melalui Nabi Ibrahim sudah mengumandangkan panggilan haji sejak 3600 tahun yg lalu. Jadi yuk dibaca itu Al-Qur`an beserta terjemahannya, jangan jadi pajangan saja, jangan ngeliatin instagram aja (wakakaka.. ini mah aku banget! Duh.. Maaf Gustiiii).

Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh. (Al-Hajj : 27).

2.  Mampu dengan bantuan orang lain

a. Orangnya kaya, tapi kondisinya sakit, maka hajinya bisa dilaksanakan orang lain. Hukumnya wajib. Ayo temen-temen yang bapak ibunya, pakde budhe, saudara-saudara lain yang belum haji, tapi mampu meskipun kondisinya sedang sakit, dikasih tahu ya, bahwa kewajiban hajinya bisa dilaksanakan orang lain.

b. Orangnya kaya, tapi sudah meninggal dunia, maka hajinya bisa dilaksanakan orang lain. Ini hukumnya juga wajib, sama dengan yang diatas.

c. Hidupnya ga kaya, tapi anak turunnya bisa menghajikan orang tuanya (atau saudara yang lain) maka hukum hajinya sunnah.

Jika manusia di bumi thowafnya mengelilingi Ka`bah, kalau malaikat tempat thowafnya (yang dilakukan setiap saat) bernama Baitul Makmur, di langit lapisan kedua. Yang membangun Ka`bah adalah malaikat, tentu saja dengan perintah Alloh. Nabi Ibrahim hanya meninggikan, karena fondasinya sudah ada, yuk kita baca lagi buktinya,

Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Isma’il (seraya berdo’a): “Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. (Al-Baqoroh : 127).

Orang yang diberi kesempatan untuk haji atau umroh adalah kesempatan untuk menjadi tamu Alloh. Masya Alloh.. Seneng ya bisa jadi tamu zat yang sangat kita agungkan ini? Tamu lho.. Tamu.. Dan sebaik-baiknya bekal haji atau umroh adalah taqwa. Nah emang taqwa itu apa sih? Taqwa dalam KBBI yaitu terpeliharanya diri untuk tetap taat melaksanakan perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya; keinsafan diri yang diikuti dengan kepatuhan dan ketaatan dalam melaksanakan perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya; kesalehan hidup.

“Saya suka heran dengan pola pikir mayoritas orang Indonesia yang sedang haji atau umroh. Bawa`annya pake topi gedhe, kacamata gedhe, mejeng, belanja kesana kemari, terus ibadahnya kapan? Mikir! Kalau orang yang sedang haji atau umroh itu tidak berbekal taqwa, maka disana mereka akan bertemu setan di sarang iblis, isinya cuma belanja dari toko satu ke toko yang lain, qatam Qur`an aja enggak!” seru Mamah Dedeh.

Ya Allohhh.. Andai waktu bisa berputar. Tertohok banget deh denger Mamah Dedeh bicara gitu. Dulu ketika saya punya kesempatan untuk menjadi tamu Alloh, kok ngajinyaberasa duikit ya.. Dan memang banyak “mejeng”nya.. Huhuhu.. Mampukan kami ya Alloh.. Mampukan kami.. Agar kami bisa memperbaiki kesalahan-kesalahan kami, aammiieenn..

Beberapa hal yang tidak boleh dipakai atau digunakan selama haji:

1. Bagi Pria: dilarang memakai penutup kepala, sepatu, dan memakai pakaian berjahit (celana dalam misalnya).

2. Bagi Wanita: dilarang memakai penutup wajah dan sarung tangan

“Ibarat bertamu di rumah orang, kalau tamunya pakai masker mulu dari awal hingga akhir dia pulang, pasti yang punya rumah akan tersinggung, dipikirnya rumah yang dikunjungi banyak kuman dan sebagainya, begitu juga dengan Alloh. Jadi bagi wanita, selama haji dilarang pakai penutup wajah,” terang Mamah dedeh menjelaskan.

3. Bagi Pria dan Wanita: dilarang pakai wangi-wangian, masker, potong kuku, rambut dilarang rontok, merusak atau mencabut tanaman dan dilarang berhubungan sebelum tahulul.

Buat saudara-saudara kita yang sedang bersiap-siap akan pergi haji, semoga pulang menjadi haji yang mabrur, terjauhkan dari sifat sombong, dan semakin dekat dengan Alloh.

“Ada lho orang yang pulang dari haji mintanya dipanggil pak atau bu haji, kalo ga dipanggil demikian orangnya akan marah. Lah, baru haji atau umroh sekali dua kali saja minta dipanggil demikian, Nabi Muhammad yang haji berkali-kali juga ga pernah dipanggil haji Muhammad,” ujar Mamah Dedeh mengakhiri kajiannya, dan kemudian dilanjutkan shalawat.

NB: Alhamdulillahh.. Demikian yang bisa saya ingat dan saya tulis kembali, semua kebaikan datangnya dari Alloh, dan bila ada salah ketak ketik berarti itu bersumber dari saya pribadi. Semoga bermanfaat ya, aaammiieenn.

mama dedeh2



Leave a Reply