Penyakit Hati

“Kalau ingin tahu kiat-kiat masuk surga, tanya ustad A. Kalau ingin tahu kiat-kiat menjadi orang beriman, tanya ustad B. Tapi kalau ingin tahu kiat-kiat masuk neraka, tanya Ustad Adipura, hehehehe”, seru Ustad Adipura sendiri sambil cengengesan seperti ketika sedang memerankan tokoh antagonisnya di salah satu sinetron.

“Maaf ya neranginnya agak out of the box. Hal ini dimaksudkan agar kita tahu cara menghindari neraka. Seperti misalnya kita akan ke Bandung lewat tol Cipularang, dengan tahu dimana saja ‘jalan rusaknya’ diharapkan kita bisa menghindari titik tersebut dan sampai tujuan dengan selamat. Daripada kepedean dengan luas dan lebarnya tol Cipularang tapi ga tahu titik rawannya dimana, sangat mungkin kita ‘tergelincir’ dan ga sampai ke tujuan, naudzubillah ”, sambungnya terdengar masuk akal.

4

“Manusia bisa dikatakan manusia jika dia memiliki nyawa. Nyawa terdiri dari ruh dan jiwa. Jika kita tidur, maka jiwanya saja yang ada di genggaman Alloh. Kalau kita mati, jiwa dan ruh ada di tangan Alloh. Jiwa meliputi pendengaran, penglihatan, dan hati. Sedangkan penyakit hati sendiri tergantung dari apa yang didengar dan dilihat. Yuk kita bahas penyakit hati sedikit demi sedikit”, lanjutnya.

“Dan Dialah yang telah menciptakan bagimu pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, tetapi sedikit sekali kamu bersyukur.” QS. Al-Mu`minun 23 : 78.

Terus bagaimana ya cara mensyukuri pendengaran, penglihatan, serta hati nurani kita? Cara seperti apa yang dimaui Alloh untuk karunia-karunia yang sudah diberikan kepada kita?

“Dan sungguh, akan Kami isi neraka Jahanam banyak dari kalangan jin dan manusia. Mereka memilki hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Alloh), dan mereka memiliki mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Alloh), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengarkan (ayat-ayat Alloh). Mereka seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lengah.” QS. Al-Araf 7 : 179.

Waduuuhhh.. Kayaknya kok saya banget ini! Huhuhu.. Yang di dengar lagu pop-pop melankolis, yang dilihat film-film romantis yang hampir ga pernah ada cerita benerannya di muka bumi mana pun, dan yang dipahami kok novel-novel fiktif komunis? Ya Allohhhhh.. Berarti saya ga ada bedanya dengan hewan ternak, bahkan lebih dari itu, huhuhu.. Subhanalloh.. Untung ada yang ngingetin, jadi tahu, salah satu “titik rawan” kehidupan yang bisa membuat kita tergelincir menuju neraka adalah cara yang salah dalam menikmati dan mensyukuri penglihatan, pendengaran, serta hati nurani sendiri .

“Penyakit hati adalah suatu sistem yang dikirim Alloh untuk menguji manusia. Yang beli hp baru tetangganya, yang panas yang liat. Yang beli mobil baru temennya, yang sebel yang liat. Merasa diomongin, marah-marah”, katanya.

“Semua orang itu digoda setan. Ga ada yang ga digoda setan. Nabi Adam saja digoda sampai turun ke bumi, Nabi Muhammad saja pas sholat juga digoda hingga akhirnya meludah di sebelah kiri, apalagi kita yang manusia jelata,” cetusnya.

“Tidakkah engkau melihat, bahwa sesungguhnya Kami telah mengutus setan-setan itu kepada orang-orang kafir untuk mendorong mereka (berbuat maksiat) dengan sungguh-sungguh?” QS. Maryam 19 : 83.

“Kafir berasal dari kata Kafaroh yang artinya orang-orang yang mengingkari ayat Alloh. Nah, ingkar adalah tidak mempercayai ayat Alloh. Hati-hati yang suka mengkafir-kafirkan agama lain, bisa jadi orang tersebut sendiri  yang ingkar terhadap ayat-ayat Alloh tapi ga sadar. Karena orang yang ga mau baca, ga mau dengar, maupun ga mau memahami Al-Qur`an bisa dikategorikan sebagai orang yang ingkar. Padahal Alloh yang mengutus setan-setan itu kepada orang yang ingkar”, serunya.

Dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa yang diinginkannya, berupa perempuan-perempuan, anak-anak, harta benda, yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak, kuda pilihan, hewan ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik” QS. Ali-Imron : 14.

“Kalau ngeliat pasangan lain romantis, timbul perasaan ingin diromantisi pasangannya juga. Kalau ngeliat anak sendiri ga sepintar anak tetangga, timbul rasa ketidakpuasan, akhirnya suka mencubit anak sendiri. Kalau mobil ga sebagus punya teman baik, timbul rasa ketidak syukuran. Setan-setan itu masuk melalui keinginan-keinginan manusia. Ingin itu, ingin ini, ingin macam-macam. Setan begitu tahu bagaimana cara membisikkan hal-hal yang ‘dijadikan terasa indah’ itu agar menjadi penyakit hati permanen yang mengganggu hati dan pikiran manusia. Itu akibatnya jika tak pernah bersahabat dengan Al-Qur`an. Sedikit-sedikit hati tergerogoti bisikkan-bisikkan setan tanpa manusia sadari”, ujarnya menganalisa.

Sebagai wanita yang banyak keinginan, kesindir banget nih pas bagian ini. Duuuuhhhh.. Maunya tiap bulan beli ini itu, padahal ga butuh-butuh banget, cuma ingin saja. Belinya lewat onlineshop pula. Setelah barangnya datang eh ga sesuai dengan yang diharapkan. Duh.. Jadi ingin beli lagi kan.. Huhuhu.. Pantesan penghuni neraka kebanyakan wanita, mungkin rasa tidak bersyukur ini pula yang menjadi penyebabnya. Dasar wanita! Dasar saya!

“Tapi jika manusia itu sering dengar Al-Qur`an, sering baca Al-Qur`an, atau sering mencoba memahami Al-Qur`an, bukan ga mungkin hatinya berisi Al-Qur`an. Istilahnya ga gampang ‘dengar’ bisikan setan lah. Dalam menghalau bisikkan setan itu ada caranya lho. Kita memang ga bisa melawan setan, kecuali minta kepada yang nyiptain, minta pertolongan Alloh”, jelasnya.

“Dan jika setan  mengganggumu dengan suatu godaan, maka mohonlah perlindungan kepada Alloh. Sungguh, Dialah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui” QS. Fussilat 41 : 36.

“Mau tahu ga doa untuk mengusir setan? Doa ini juga bisa untuk merukiyah diri sendiri. Yuk, baca setiap hari dan dihafalkan”, ajaknya.

“Dan katakanlah, ‘Ya Tuhanku, aku berlindung kepada Engkau dari bisikkan-bisikkan setan, dan aku berlindung (pula) kepada Engkau ya Tuhanku, agar mereka tidak  mendekati aku” QS. Al-Mu`minun 23 : 97-98.

“Hati-hati ya, setan itu ga melulu berwujud jin yang gaib lho. Karena bisa juga berwujud manusia. Makanya, kalau ada temen yang masih seperti ‘setan’, ajak ke jalan yang lurus. Seperti Rasullulloh, mengajak ke jalan kebenaran. Bukan malah mensetan-setankan atau menyesatkan orang. Karena hanya orang yang bernaluri setan yang bisa mensetan-setankan orang. Ingat, naluri setan adalah menjerumuskan manusia ke neraka. Jadi kita juga harus berhati-hati dengan setan yang berwujud manusia, yang bisa mengakibatkan penyakit hati!”, tutup Ustad Adipura sambil mengusap keringat di dahinya.

“Dan demikianlah untuk setiap nabi Kami menjadikan musuh yang terdiri dari setan-setan manusia dan jin, sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan yang indah sebagai tipuan. Dan kalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak akan melakukannya, maka biarkanlah mereka bersama apa (kebohongan) yang mereka ada-adakan” QS. Al-An`am 6 : 112.

Masya Alloh.. Indah sekali tauziah beliau pagi itu. Pokoknya tiap mengikuti kajian Ustad Adipura itu harus bawa Al-Qur`an, karena bahasannya ga pernah jauh dari Al-Qur`an yang syarat dengan logika. Semoga Alloh selalu mengistiqomahkan kebaikannya dalam menyebarkan ilmu Alloh, hingga jiwa dan ruhnya kembali ke dalam genggaman Alloh, amien.



One Response to “Penyakit Hati”

  • Wong ngarit Says:

    Ijin jogrokan ngarit suket ilmu tawadhu di sini njeeh…
    Sering seringlah menanam rumput tentang pembersihan hati…
    Salam peluk dalam selimut doa terhangat..

Leave a Reply