Berdzikir dan Berfikir

Ustad Wijayanto ini ya, baru juga mukaddimah, belum sampai inti kajian, tapi yang perlu dicatat banyak amat, hehehe.. Dan karena jadwal syuting yang padat, maka ustadnya pun ga bisa lama-lama di Rumil (Rumah Ilmu) Al Hilya, jadi kajian tema ini masih bersambung di pertemuan yang akan datang. Tapi insya Alloh banyak kebaikan yang bisa diambil dari singkatnya pertemuan kami.

“Semua kegiatan baik itu harus diawali dengan bismillah, karena apabila tidak disertai dengan bismillah maka akan terputus berkahnya, terputus amalannya alias ga sampai kepada Alloh),” serunya.

“Amal-amal kita akan diterima jika disertai bismillah (karena bismillah ini memproteksi dari dosa), niat karena Alloh, dan sesuai petunjuk Alloh yang dicontohkan lewat Rasulnya,” sambungnya.

“Niat itu penting banget. Misal ada orang yang menabung, berniat untuk berhaji, belum sempat berhaji tapi sudah meninggal duluan, maka dalam catatan amalnya, orang ini sudah berhaji,” lanjut beliau.

“Ada hal-hal yang menghalangi doa, yaitu durhaka kepada orang tua, istri-istri yang menjengkelkan suami (begitu pun juga sebaliknya), dan adanya permusuhan dengan orang lain,” cetusnya.

“Hati-hati untuk ibu-ibu yang punya musuh ya. Bisa jadi amalan-amalan ibu-ibu disini sebesar dan setinggi gunung, tapi diakhirat nanti bisa menjadi orang-orang yang bangkrut karena pahala-pahalanya diambil oleh orang-orang yang pernah ibu-ibu sakiti hatinya. Ga bayar utanglah, ga bayar arisanlah, menggunjinglah, hati-hati lho ibu-ibu,” terangnya.

“Azab itu ga perlu nunggu di akhirat, karena ada 3 dosa yang azabnya disegerakan di dunia, yaitu durhaka kepada orang tua (cerita malin kundang itu bukan sekedar cerita rakyat, karena hikmahnya sejalan dengan Al-Qur`an), zina yang dikomersilkan (adegan vulgar yang disebar luaskan dalam bentuk vcd), dan pengecut (orang yang melakukan kejahatan tapi dituduhkan kepada orang lain, seperti misalnya orang dalam kondisi berperang, dia selalu di barisan belakang, tapi giliran tiba saatnya mengambil barang rampasan perang dia di depan sendiri)”, urainya.

“Ketika kita mati, semua amalan akan terputus kecuali tiga hal, yaitu amal jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak yang soleh. Kapan-kapan saya akan membahas khusus tentang anak soleh, karena kalau anak ga soleh, ga jadi amal jariyah untuk kita, percuma”, katanya.

wi2

Gayanya waktu tahu ada yang motoin T_T

“Yang terakhir, ada empat kunci hidup bahagia dunia dan akhirat yaitu:

  1. Sabar. Orang kafir itu bersama dengan Alloh ga bu? Bersama.. Tapi orang-orang yang punya sifat sabar ini lebih dari bersama, tapi juga menjadi sangat istimewa di mata Alloh. Misalnya, anak orang lain sakit, kita nyumbang paling besar mungkin sejuta, tapi kalau anak kita sendiri yang sakit, jangankan cuma uang, kita pun mau bertukar tempat untuk menanggung derita sakitnya anak. Sabar itu ada dalam tiga hal, yaitu sabar ketika musibah melanda (seperti dalam cerita Nabi Ayub yang sudah gagal panen, sakitnya lama, ditinggal anak dan istrinya pula), sabar dalam ketaatan (cerita Nabi Ibrahim yang meninggalkan Siti Hajar dan bayi merah Ismail di padang tandus demi mentaati perintah Alloh), serta sabar untuk tidak bermaksiat (seperti cerita Nabi Yusuf yang mau diperkosa oleh wanita secantik Zulaikha).
  2. Syukur
  3. Berfikir
  4. Berdzikir.

“Sementara baru sampai sabar dulu ya, sisanya kita lanjutkan di pertemuan yang akan datang,” tutupnya sambil buru-buru”.

Alhamdulillah.. Sebentar.. Sedikit.. Tapi luas maknanya. Semoga masih diberi kesempatan dan umur panjang untuk ikut “kuliah” beliau. Aammiieenn.

wi1

NB: Foto diatas bukanlah foto waktu minta tanda tangan, foto diatas adalah ketika saya yang duduk paling depan ga denger apa yang ustad sampaikan (lebih tepatnya pas ga konsen), terus saya nanya ke orang sebelah, eh kedengeran ustadnya, akhirnya buku catatan saya diambil terus ditulisin deh nabi yang namanya saya lewatkan, wkwkwkwk.. terimakasih ustad, sudah membubuhkan tulisan ustad di buku catatan saya.. wkwkwkw..



Leave a Reply