Mempersiapkan “Masa Depan” Anak

Ustadzahnya cuantikkkk.. Kulitnya mulus, suaranya kecil, dan tutur bicaranya lembut tapi tegas. Cara berpakaiannya pun Islami banget, jadi betah ngeliatnya, hehehe. Namanya Ustadzah Asti Ivo. Karena wajahnya yang cantik, beliau sering sekali memerankan tokoh protagonis dalam beberapa sinetronnya. Yuk kita ikuti kajian beliau yang membicarakan tentang anak.

ivo 5“Ada banyak orang tua di luar sana yang menyekolahkan serta memberikan les untuk anaknya dengan bermacam-macam bidang, misalnya piano, balet, jaritmatika, tapi ada lebih banyak lagi orang tua yang tidak menyiapkan anak-anaknya kelak menjadi ibu atau bapak,” urainya.

“Padahal menyiapkan anak-anak untuk menjadi ibu atau bapak kelak, lebih penting dari itu semua. Salah satu caranya adalah dengan mengaji. Mengaji hijaiyah maupun mengaji tentang ilmu Islam. Usahakan agar mengaji itu bersifat fungsional, bukan ritual. Didik anak untuk senang dengan pencipta-Nya, kan kalau tidak kenal maka tidak sayang. Ibarat manusia, kalau sudah sayang dengan seseorang, maka kita ga akan pernah mau melakukan hal-hal yang dibenci oleh orang yang kita sayangi. Dengan manusia saja begitu, apalagi dengan Pencipta kita. Cinta itu melaksanakan yang Alloh mau, bukan yang kita mau,” serunya.

“Jika manusia mau berfikir, sesungguhnya aturan-aturan Alloh itu memiliki berbagai keuntungan untuk kita sendiri. Jika Alloh sudah memerintahkan, berarti Alloh sudah menjamin! Sedangkan larangan-larangan Alloh itu mengandung kerugian untuk diri sendiri pula. Ya karena Alloh yang menciptakan kita, maka Dia tahu yang terbaik dan yang terburuk untuk kita, makhluknya,” ujarnya.

“Beri dua sayap pada anak, sayap iman (untuk imun dan amannya) dan sayap taqwa. Kurikulum mendidik anak ada dalam Al-Qur`an. Seperti surat Luqman 12-19, kisah tentang Nabi Ibrahim A.S., ataupun tentang Nabi Ayub A.S.,” sambungnya.

“Mendidik anak itu harus tegas tapi ga marah. Barang siapa yang bisa menahan amarah padahal dia mampu, maka Alloh akan menahan amarah ketika berjumpa dengan dia. Tips menahan amarah ada di surat Ali-Imron:
Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa, (Ali Imron: 133)

(yaitu) orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Alloh mencintai orang yang berbuat kebaikan, (Ali Imron: 134)

dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzalimi diri sendiri, (segera) mengingat Alloh, lalu memohon ampunan atas dosa-dosa, dan siapa (lagi) yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Alloh? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan dosa itu, sedang mereka mengetahui. (Ali Imron: 135).

Orang tua wajib mendidik anak untuk sungguh-sungguh, maksudnya, profesional dengan ilmunya, bukan pandai dalam segala hal. Kalau sudah suka dengan bidang tertentu, selama tidak berselisih dengan Al-Qur`an dan hadist, dukung, dan jadikan dia seseorang yang ahli dalam bidang yang dia sukai. Jangan paksa anak menjadi apa yang kita cita-citakan. Ga ada anak yang bodoh, cuma bakat dan minatnya terkadang berbeda dengan orang tuanya,” lanjutnya.

“Alloh mewariskan dunia seisinya kepada anak-anak yang soleh. Anak yang soleh, anak yang dicintai Alloh adalah anak-anak bisa melawan hawa nafsunya. Ga ada manusia yang suci, tapi Alloh suka manusia yang menyucikan dirinya sendiri,” cetusnya.

“Alloh akan mengabulkan permintaan umat dengan syarat dan ketentuan yang berlaku, hehehe. Alloh cuma minta 2: hamba yang taat (sami`na wa to`na) dan yang mempercayakan hidupnya pada Alloh, seperti yang tertera di dalam surat Al-Baqoroh:

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran. (Al-Baqoroh: 186)”

Mati bukan untuk ditakuti, tapi dipersiapkan karena perjalanannya panjang, butuh bekal yang banyak sekali. Di alam barzah inilah kita butuh anak-anak yang soleh. Semoga anak-anak kita termasuk anak-anak soleh, yang menjadi penyejuk untuk kita di dunia dan di akhirat, aammiieenn,” tutupnya sambil tersenyum.

Alhamdulillah.. Bermanfaat sekali tauziahnya.. Semoga saya bisa mempersiapkan Faraza Naureen Achda untuk menjadi ibu yang baik.. Aammiieenn..

4



2 Responses to “Mempersiapkan “Masa Depan” Anak”

Leave a Reply