Si Anti Buah

Sebenarnya judulnya ga ingin begitu-begitu banget, tapi memang keadaannya begitu nih, gimana dong? Wekekeke.. Saya khawatir nanti sampai gedhe dia benar-benar anti buah gitu lho, hadehhh.. Ngomongin siapa sih? Yaaaa.. Siapa lagi kalau bukan si bocah. Faraza Naureen Achda. Ni bocah memang benar-benar anti buah. Sejak sekitar umur dua tahun dia benar-benar menolak buah. Segala macam buah, ga ada pengecualian, titik. Kecuali buahnya dibuat es krim. Padahal sebelum umur dua tahun dia suka buah lho. Bahkan yang asem-asem sejenis kiwi, stroberi, jeruk, dan lain-lain, langsung di hap saja. Sekarang, di jus, di smooties, di olah apa saja dia tetap ga mau *emaknyasedih.

Terus, asupan vitaminnya dari mana? Tanya seorang kawan kepada saya. Alhamdulillah dia masih mau sayur. Segala sayur dia mau, cuma ya ga banyak. Nah, karena saya takut dia kekurangan serat, maka dia pun mengonsumsi madu yang di dalamnya ada ekstra buah-buahan plus habbatusauda untuk daya tahan tubuhnya. Maaf ya.. Ini bukan 100% iklan, tapi benar-benar pengalaman saya pribadi. Madu Extrafood dari HPAI namanya. Alhamdulillah Fazna berjodoh dengan madu ini (kalau produknya tidak bagus, saya ga akan ulas, tapi karena produknya mantap banget, saya pun dengan senang hati mengulasnya). Fazna yang anti buah pun BAB-nya tetap lancar setiap hari, dan alhamdulillah lagi dia jarang sakit (astagfirulloh.. semoga ini bukan ulasan yang termasuk menyombongkan diri ya pembaca). Ketika teman-temannya sakit karena cuaca akhir-akhir ini yang tak menentu, Fazna alhamdulillah segar bugar. Oiya, menariknya lagi, madu ini rasanya tidak seperti madu konvensional, karena madu Extrafood dari HPAI ini rasanya persis permen. Enakkkkk.. Bangettt… (emaknya kadang-kadang mau juga, wekekeke). Dimana bisa ngedapetin madu ini? Bisa hubungi saya langsung atau tanyakan ke teman-teman terdekat yang biasanya “dagang” dari rumah, hehehe. Untuk yang sudah merasakan manfaatnya, madu ini termasuk murah (info harga dan lain-lain, bisa hubungi saya langsung ya), jauh lebih murah dari biaya dokter yang harus dibayar ketika anak sakit.

extra-food

Ini penampakan madunya (foto bukan milik saya ya).

Nah, kebetulan, beberapa hari yang lalu madunya si bocah habis bis bis tak bersisa. Biasanya saya nyetok banyak di rumah, tapi lupa kalau ternyata habis diserbu teman-teman dan saudara. Karena beli di stokisnya lewat online, maka sembari menunggu madu datang, terjadilah ke-vacuman Fazna tak minum madu beberapa hari. Dan tragedi susah BAB (Buang Air Besar) pun terjadi. Ya gimana ga susah, lawong ngeliat buah saja dia tak tertarik. Dibeliin jus buah kotak juga gak dilirik. Alhasil tiap mau BAB dia gelisah. Makan pun susah (ya iya, perutnya berasa penuh kan?). Tapi setelah tiga hari ga BAB, akhirnya Fazna BAB juga, meski prosesnya disertai teriakan yang menyanyat hati, keringat yang bercucuran, dan air mata yang membanjiri (wkwkwk.. maaf sedikit lebay). Setelah detik-detik terberat terlalui, sembari memeluk dan berusaha menenangkan dia, saya bilang ke Fazna,”Dek, kalau mau BAB-nya ga susah, makan buah yuk. Mama Papa kan makan buah, Eyang Daddy dan Eyang Mami juga makan buah, jadi BAB-nya ga susah”. Dan dia pun mengangguk setuju.

Setelah diajak ke toko buah dan disuruh pilih mau buah apa, eh dianya ga tertarik lagi, hadehhhh, lha emang bocahnya anti buah, gimana dong? Ya sudah, pokoknya saya beliin buah saja, buah mangga dan buah jeruk yang manis. Sesampai dirumah, bocah harus dirayu-rayu untuk makan jeruk. Pertamanya dilepeh-lepeh, karena ada bijinya alasannya. Setelah bijinya dikeluarin, dihisap sarinya sedikit, eh dilepeh lagi, katanya ada kotorannya (padahal itu seratnya), hadeh Fazzzzz.. Ada saja alasannya. Akhirnya saya contohin deh makan buah itu seperti gimana, plus mimik dan diksi saya yang lebay pol, hahahha. Jadi emak memang harus pintar akting juga, biar anaknya terhegemoni.

Alhamdulillah mau lah satu buah jeruk. Emaknya seneng banget.. Berasa sukses ngajari si bocah kebiasaan yang baik, makan buah. Besoknya, waktu saya ngupasin mangga, eh dihabisin pula ama dia. Hahaha.. Sudah mulai merasakan segarnya buah ni anak. Saingan deh ama bapaknya, hehehe. Alhamdulillah.. Pelajaran untuk makan buahnya berjalan dengan baik. Sepertinya dia trauma berat dengan BAB yang besar dan panjang (hihihi.. maaf ya, agak vulgar bahasanya), jadi mau ga mau ya harus makan buah.

photogrid_14766843244121

Habis loh satu buah mangga kecil! Mungkin karena mangganya manis pohon, jadi dia suka. 

Sekarang, meski madu Extrafood dari HPAI-nya sudah datang dan bisa dia nikmati manfaatnya, tapi dia tetap mau makan buah kok. Kalau dia malas-malasan makan buah, saya segera bilang,”Dek, nanti BAB-nya sakit lagi lho”, dan dia pun segera menyantap buah yang dihidangkan, hehehe. Semoga bukan kata=kata ancaman ya, hihihi.

Sehat terus ya anak solihah.. Aammiinn..

 



Leave a Reply