Anak Sekolahan!

Yeay! Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu tiba! Hari pertama sekolah! Fazna semangat banget bangun pagi bareng Papa, sarapan, mandi, dan dianterin emaknya. Mungkin karena sebelumnya dia belum pernah sekolah, jadi berasa excited karena bakal ketemu teman-teman sebayanya. Meski dia termasuk anak yang gampang bergaul, tapi Fazna suka sebel kalo ketemu anak yang karakternya superior. Dia lebih cocok bergaul dengan anak yang suka mengalah. Nah.. Kekhawatiran emaknya nih, takutnya ntar Fazna sekelas dengan anak-anak yang berkarakter superior itu, bukannya malah belajar, ntar yang ada jadi berantem di kelas.

Fazna Selalu Bahagia Kalau ke Sekolah

Tapi alhamdulillah kekhawatiran emaknya berkurang sedikit demi sedikit. Tak ada catatan yang serius dari gurunya untuk Fazna. Fazna mendapat teman-teman yang pengertian banget dengan Fazna, wali kelas yang kooperatif, wali murid yang baik, dan tentu saja dia jadi bisa belajar dengan happy! Ini persis dengan yang ada dalam doa saya, belajar dengan bahagia! Apa pun kalau dilakukan dengan bahagia, pasti hasilnya bagus. Yuk intip kegiatan Fazna!

Memeras Jus Jeruk dengan Akas

Meminum Jus Jeruk Bersama-Sama

Kerja Bakti Bersih-Bersih (Abaikan rambutnya yang pada keluar, hahaha)


Menebali Angka dengan Pensil Grip (Emaknya baru tahu kalo ada yang namanya pensil grip, wekekeke)

Setiap hari Jum`at, Bunda Nadia (panggilan guru kelasnya) selalu membagikan foto dan video kegiatan Fazna bersama teman-temannya selama lima hari tersebut. Emaknya Fazna seneng banget bisa ngeliat video Fazna dan teman-temannya murojaah juz amma dan hadist. Karena kalau dirumah, Fazna susah sekali diajakin hafalan. Tapi alhamdulillah, dengan teman-temannya, Fazna mau hafalan. Di rumah pun dia sering mengulang lagu-lagu, hadist, dan hafalannya tersebut. Alhamdulillahhh.. Alloh sudah memilihkan sekolah yang tepat untuk Fazna. Dimana lagi kalau bukan di Ar-Ridha Al-Salam (loh kok malah promosi sekolahnya Fazna, hihihi).

Sebelumnya, Fazna sempat  tidak bisa bergabung dengan sebuah SDIT pilihan emaknya karena Fazna dinilai terlalu aktif. Tapi setelah ke psikolog anak dan psikolog itu melihat langsung kondisi Fazna, psikolog tersebut menilai Fazna memang anaknya aktif. Yang salah bukan Fazna-nya, tapi fasilitas sekolah yang kurang bisa memenuhi kebutuhan Fazna. “Namanya sekolah itu tujuannya untuk menjadikan anak baik, proses, lha kalau anaknya sudah baik kenapa disekolahin?”, kata psikolog itu. Hehehe.. Alhamdulilah emaknya jadi lebih legowo dan tidak galau lagi. Alloh memang sebaik-baik pengatur kehidupan.

Berbagi, antri, menunggu, adalah hal-hal yang Fazna perlu pelajari lagi dan lagi. Tak mudah bagi seorang Fazna yang tinggal “sendiri” tanpa teman sebaya di sekelilingnya, dan banyaknya “bantuan” yang biasa membantu dia setiap saat, untuk melakukan hal-hal tersebut. Semoga engkau sabar dan tekun dalam proses belajarmu ya nak.. Mama dan Papa akan selalu mendoakan dan mendampingimu..

Bismillahhh.. 🙂



Leave a Reply