Taman Safari Bogor

Ini baru pertama kalinya saya ke Taman Safari Bogor, begitu juga dengan Fazna. Udik? Iya… Hihihi.. Habis, tiap pulang ke Kertosono, kami menyempatkan main ke Malang, yang tentu saja hewan-hewannya pun tak kalah banyak, jadinya kami pun ga kepikiran mau ke Taman Safari Bogor, hihihi. Tapi berhubung dua minggu yang lalu kami punya kesempatan ke Bogor, ya sudahlah, sekalian, biar ga udik-udik banget, hehehe.

Ternyata dari Jakarta Selatan ke Bogor ga jauh-jauh amat ya? Cuma butuh waktu dua jam-an, dengan catatan berangkat pagi jam 6an dan pas weekday. Dari rumah kami langsung ke Taman Safari. Sebelum memasuki kawasan, di dekat pintu masuk banyak banget yang jual wortel. Mulai wortel segar sampai wortel yang sudah layu. Kalau ga bawa dari rumah, mending beli disitu deh, soalnya memang ke Taman Safari harus bawa sayur-sayuran ya, biar hewan-hewannya mendekat ke kita. Tapi karena saya sudah beli di pasar dekat rumah (hahhaha.. emak-emak ngirit), jadi saya rasa bekal saya sudah cukup.

Tiket masuk ke Taman Safari untuk dewasa Rp. 180.000,-, sedangkan anak-anak Rp. 160.000,-. Kalau mau tambah lihat Giant Panda yang langsung diimport dari China masing-masing tambah Rp. 50.000,- baik dewasa maupun anak-anak. Oiya, parkirnya juga lumayan murah, Rp. 20.000,- untuk waktu yang lama ya, alias ga ditarif per jam kayak mall, hehehe. Buka dari pukul 08.30 WIB, hingga pukul 17.30 WIB.

Ngasih makan hewan langsung dari mobil saja, yang dewasa berasa seru, gimana anak-anak ya, hihihi. Alhamdulillah lihat wajah Fazna happy, emaknya ikut happy. Oiya, saya bekal 1 kg wortel saja dan ternyata kurang. Baru di bagian rusa saja sudah habis, hahaha. Next kalau mau kesini bawa 2 atau 3 kg sekalian berarti, biar bisa berbagi sampai hewan herbivora terakhir.

Setelah puas bersafari dengan mobil, kami lanjut ishoma, lihat hewan-hewan kecil, serta lihat atraksi-atraksi hewan yang dilatih. Kalau mau naik kuda, unta, gajah, dan foto bersama hewan setelah atraksi, rata-rata dikenakan biaya Rp. 25.000,-. Sebenarnya ada banyak sekali atraksinya, tapi karena waktunya ada yang bersamaan, kami hanya sempat melihat 3 atraksi saja, singa laut, harimau benggala, dan lumba-lumba. Oiya, agak amazing sih, atraksinya sesuai dengan jadwalnya, ga molor atau pun juga ga kecepetan, pas. Kita pun jadi bisa menyesuaikan. Pinter-pinter bener si lumba-lumba dan anjing lautnya. Keliatan banget sayang dengan pelatihnya. Eh tapi, pernah kepikiran ga kenapa hewan yang bisa dilatih itu ga pernah nampak domba atau kambing? Katanya, menurut penelitian sih, domba atau kambing itu hewan yang susah diatur, hhehehe. Padahal dulu Rasululloh menggembala dombanya buanyak lho, hebat ya Rasululloh itu, hehhe..

Selanjutnya kami lihat Giant Panda. Pantesan nambah Rp. 50.000,- lagi, ternyata tempatnya lebih puncak, baru, bagus, dan bersih. Ada toko souvenirnya yang cukup luas dan isinya panda semua.. iiihhhh.. gemesh deh! Untung saya bukan kolektor pernak-pernik panda, kalau saya kolektor aksesoris panda, wah.. bisa kalap, hahaha. Ini semua spesial untuk panda jantan bernama Cai Tao dan panda betina bernama Hu Chun. Di kawasan ini, juga ada hewan-hewan dari China asli lainnya. Untuk sampai di tempat panda tinggal ini, kami harus naik mobil khusus dari Taman Safari. Lokasinya didesain mirip dengan habitat aslinya, berlereng-lereng, sejuk cenderung dingin, dan banyak bambu-bambu yang merupakan makanan favoritnya. Meski dia termsuk hewan herbivora, tapi dia juga bisa menyerang jika dalam keadaan terancam.

Masya Alloh.. Alhamdulillahhh.. Sungguh menakjubkan ciptaan Alloh itu ya.. Selanjutnya, kami nginep dimana ya selama di Bogor? Pantengin terus post berikutnya ya.. 🙂



Leave a Reply