Menjadi Korlas

Apa sih itu korlas? Korlas itu kepanjangan dari koordianor kelas, dimana tugasnya adalah sebagai penghubung antara sekolah dengan wali murid. Biasanya yang kepilih sih ibu-ibu rumah tangga yang sering keliatan di sekolah, entah antar-jemput anak, atau hanya suka ngobrol di sekolah. Nah.. kriterianya pas banget kan dengan kondisi saya, emak-emak yang bingung mempergunakan waktunya setelah anak-anaknya berangkat sekolah, wkwkwk. Ketika dilamar Bunda Nadia untuk menjadi korlas Spring Class, Kiddy A, saya pun langsung mengiyakan.

Ternyata menjadi korlas itu tidak semudah yang dibayangkan lho. Ada tenaga, waktu, dan pikiran yang harus dikerahkan. Alhamdulillah, meski tidak mudah, tapi karena banyak korlas-korlas dari kelas lain yang begitu semangat dan lillahita`ala, saya pun jadi menikmatinya. Semacam memanfaatkan waktu biar ga mubazir, plus jadi sedikit tahu tentang sekolah dan guru-gurunya.

Tugas kami sebagai korlas begitu terasa ketika menjelang ulang tahun ARAS, atau menjelang PENSI seperti beberapa hari yang lalu. Memilihkan baju untuk kostum kelas, mempersiapkan goodies bag untuk kelas playgroup (PG) hingga Kiddy B, sampai pertunjukkan dari korlas-korlasnya sendiri, lengkap ya.. hehehe. Kebetulan setiap tahun, korlas-korlasnya memang diberi waktu untuk exsist di panggung juga, alias pentas. Nah, pertunjukkan kali ini adalah pertunjukkan semacam panggung boneka yang berdurasi hanya 15 menit. Ternyata seru juga lho, mulai dari proses latihan, mixing suara, hingga pembuatan backdrop (yang ini saya kebetulan ga bisa ikut membantu).

Pembubaran korlas pun dilakukan bersamaan dengan buka puasa, bersama para guru dan kepala sekolah di rumah Mbak Andien, salah satu korlas dari kelas PG. Alhamdulillah semua berjalan lancar dan semoga semua dinilai pahala oleh-Nya. Kalau ditanya, mau ga dijadiin korlas lagi tahun depan? Hmmmm… Saya bukannya ga mau, tapi kalau menjadi korlas adalah sesuatu yang menyenangkan, kenapa wali murid yang lain ga diberi kesempatan untuk merasakan? Hehehe.. Ya kan? Kok saya kesannya egois banget kalau sampai terpilih jadi dua periode (wkwkwk.. macam pemilihan DPR saja). Yuk siapa yang mau jadi korlas selanjutnya? Hehehe..

Alhamdulillah.. Bersyukur pernah menjadi bagian keluarga korlas periode 2017-2018. Bagi saya, ini adalah salah satu pengalaman yang menyenangkan sekaligus pembelajaran yang syarat makna. Bekerja dalam kelompok, dan membayangkan kelelahan kami untuk kebaikan bocah-bocah kesayangan. Good job bukibukkk..



Leave a Reply