Second Week in Candi, Sidoarjo

Minggu kedua di kampung yang menghijau terhampar banyak kami lalui dengan kegiatan yang berhubungan dengan kesehatan, kewirausahaan, dan lingkungan. Sementara di bagian pendidikan tempat aku bertanggung jawab di divisi ini, masih dengan kegiatan belajar mengajarnya. Lagi-lagi bersenang-senang dengan anak kecil.

”Mbak Difa mau ke posyandu?”, tanya salah satu perangkat desa nyeletuk ketika tau aku akan berangkat ke posyandu.

“Iya pak, kenapa?”, tanyaku sambil memberikan senyum semanis mungkin (weeeek).

“Bukane mbak Difa itu jurusan sastra? Ntar anak2nya diajari puisi mua. –Aku ditimbang di posyandu. Bangun di pagi hari-“ (dengan nada puisi yang jadul -_-“)

Uuuuhhh…. Nyebelin.. Lagi semangat pengen berkontribusi di bidang kesehatan malah di guyoni seperti itu… >_<. Tapi seperti yang pernah ku bilang, pak lurah di desa yang mayoritas penduduknya bermata pencaharian sebagai petani ini berlaku sangat bijaksana.

“Anak pendidikan gag selalu berkecimpung di bagian pendidikan aja. Namanya KKN itu juga harus bantu divisi yang lain juga.”

Wah… keren kok Bapak Rusmanto ini. Orangnya cool bgt..heheh… Ga jadi sebel dweh.. ^_^

P2100430Setiba di posyandu bingung mau ngelakuin apa, habis masing-masing kegiatan sudah di handle ama ahlinya. Tapi ibu-ibunya ramah banget. Aku diajari nimbang bayi-bayi yang sehat dan montok. Timbangan manual yang unik, karena harus ngepasin posisi timbangan menurut perkiraan kita. Awalnya kagok juga, lama-lama terbiasa kok. Selain menimbang berat badan, balita juga diukur tinggi badannya dan diberi vitamin. Tak pikir bakalan susah memasukkan cairan vitamin A yang (biasanya) rata-rata pahit, tapi ternyata salah besar. Balita seneng minum vitamin, karena rasanya manis, hehehe.. (perasaan dulu ak gag pernah diajak ke posyandu dweh ma ibu…).

P2100419

Kegiatan di posyandu menjadi menyenangkan karena ada anak kecil yang datang silih berganti dengan tingkah polah yang bermacam-macam. Setelah si kecil-kecil gda yang datang lagi, aku dan Novi (cuma berdua doank) disuguhi lontong sayur. Hm…. kebetulan bgt…sedari pagi lum maem…xixixix… Mana minuman anggurnya seger bgt lagi…tancap gas..rem blong dweh.. ;p

P2120478Setelah kegiatan posyandu, bagian kesehatan juga mengadakan penyuluhan donor darah. Sebenarnya kalo masyarakat sini banyak yang sadar tentang pentingnya donor darah ada kemungkinan untuk langsung mengadakan donor darah. Tapi keliatane masyarakat Kendal Pecabean masih takut dengan istilah transfusi darah dan sebangsanya. Jadi mereka enggan karena gag ngerti manfaatnya, bukan karena gag mau. Karena setelah penyuluhan kan ada sesi tanya jawab, ternyata mereka antusias low. Kita liat aja waktu kegiatan amal ini minggu depan, banyak yang datang gag. Bismillah… 🙂

P2130504Di bidang kewirausahaan seminar… ya seminar…lagi. Sumber kegiatan utama yang menghabiskan dana kas, soale mesthi ngundang orang (yang harus dikasih kue n minum), bayar pembicara, dan ngeprint sertifikat (hehehe..pethong bgt). Piss… Risma,Ian, Huged, n Pipith Piputh. Kali ini seminar tentang “Budidaya Udang, Penyakit dan Cara Menanggulanginya” berjalan dengan lancar. Yang diundang juga pengusaha tambak aja. Meski acaranya sampe jam 10 malem, tapi lagi-lagi masyarakat sekitar masih hot (cabe kaleee…) sampe acara selesai.

P2140525Divisi lingkungan mulai beraksi di minggu ini. Kebetulan kami mendapat sponsor dari dinas pertamanan berupa tanaman yang harus “dibesarkan” . Pohon Sengon namanya (tapi masih berupa bibit low). Hari minggu pagi menjadi acara kerja bakti yang biasa dilakukan oleh masyarakat. Biasanya sich mbersihin lingkungan yang ada di sekitar balai desa dan perumahan-perumahan. Menurut petunjuk pak lurah, pohon ini harus ditanam di tanah dekat pemakaman desa. Maka jadilah kerja sama antara kelompok kkn ku dengan warga setempat.

P2140518Banyak kelebihan yang ada pada pohon ini. Kayu sengon biasanya digunakan untuk tiang bangunan rumah, papan peti kemas, peti kas, perabotan rumah tangga, pagar, tangkai dan kotak korek api, pulp, kertas dan lain-lainnya. Juk tanaman sengon berbentuk menyerupai payung dengan rimbun daun yang tidak terlalu lebat. Daun sengon tersusun majemuk menyirip ganda dengan anak daunnya kecil-kecil dan mudah rontok. Warna daun sengon hijau pupus, berfungsi untuk memasak makanan dan sekaligus sebagai penyerap nitrogen dan karbon dioksida dari udara bebas. Sengon memiliki akar tunggang yang cukup kuat menembus kedalam tanah. Akar rambutnya tidak terlalu besar, tidak rimbun dan tidak menonjol kepermukaan tanah yang berfungsi untuk menyimpan zat nitrogen, oleh karena itu tanah disekitar pohon sengon menjadi subur (gag salah nie dinas pertamanan ngasih bibit yang banyak manfaatnya, tapi masalahnya tempat penanamane kok nylempit2 ya? Mana cuma 15 batang lagi….hm… takut salah sasaran).

P2140536

Semoga apa yang kami tinggalkan bermanfaat…. Amien… ^_^



8 Responses to “Second Week in Candi, Sidoarjo”

Leave a Reply