SEMPU yang hampir SEMPU-rna (Part 3-selesai)

P4041239Okey.. Perjalanan menuju Pantai Kembar 1 dimulai. Jalan yang ditempuh berbeda dari seblumnya. Jika sebelumnya kami harus melewati hutan dengan “susu milo” nya yang tak kunjung habis, kali ini sepanjang perjalanan hanyalah bukit-bukit hutan naik turun yang curam (hampir vertikal). Hik… Aku bener2 takut saat itu. Gda pengaman yang bisa kuandalkan. Jika terpeleset, yang ada kami gulung-gulung jatuh masuk hutan. Ya Robb… Aku cuma bisa dzikir terus. Langkah-langkah kuayunkan dengan berdebar (dan itu menguras hampir sisa semangat yang ada). Ada yang aneh pada bukit-bukit yang kutemui, tidak hanya akar pohon saja yang menancap di kakiku (alias telusupen), tapi juga banyak sekali karang-karang laut yang tertanam di tanah. Yup.. karang laut yang gede-gede. Mungkin ketinggian lautnya dulu sampe menutupi hutan-hutan itu kali ya?Jadi jalan itu harus hati2 bener agar kaki ini tidak tersandung karang2 tersebut. Dan kehati-hatian serta ketakutan itu pun akhirnya terbayar sudah. Jarak antara pantai satu dengan pantai yang lainnya memang sebentar-sebentar, tapi cukup menegangkan. Pantai Kembar 1 jauh lebih indah dibanding Segoro Anakan. Selain sepi (cuma ada tim ku thok), pantai nya juga bersih. Meskipun ombaknya cukup tinggi. Aku ngerasa enjoy di Pantai Kembar 1… serasa memiliki pulau sendiri….

DSCN1504

DSCN1497

DSCN1508

Tapi kami tak bisa berlama-lama di Pantai Kembar 1 karena hari semakin petang. Perjalanan pun diteruskan. Dan pemandangannya masih sama dengan sebelumnya, bukit-bukit yang curam serta karang-karang laut. Hm…. Lagi-lagi aku terpesona dengan Pantai Kembar 2…. Tenang benget lihat keindahan alaminya. Jadi ingat seseorang… Hik… Pengen rasanya berkemah disitu, tapi ga mungkin karena kami harus mencari tempat yang aman dari hujan, sedangkan disitu yang ada pasir putih menghampar. Jika malam tiba, dingin akan merontokkan tulang kami (kok rodok lebay ya?hehe). Namanya juga Pantai Selatan… Ombaknya cukup ngeri untuk di dekati…jadi aku di pasir-pasir aja dweh…hehe.. Disebut Pantai Kembar 1 dan Pantai Kembar 2 karena emng hampir mirip tampilannya. Dan istirahat sebentar untuk menempuh tujuan akhir, Pantai Panjang.

DSCN1487

Pantai yang panjangnya melebihi pantai-pantai lainnya berhasil menjadi tujuan kami. Pantai Panjang namanya (sesuai bentuk pantainya). Alhamdulillah.. akhirnya kami sampai juga di tempat yang bisa untuk mengistirahatkan jiwa dan fisik. Air nya pas surut.. jadi rodok ga indah dweh pantainya. Setelah mengetahui  kondisi goa yang akan menjadi tempat kami tidur, hati menjadi sedikit ciut. Bukan goa namanya. Tapi pojokan tebing yang atapnya sedikit menjorok ke luar. Oh my… Jika hujan deras tiba… kami akan sangat basah kuyup, jika ada hewan liar, tak ada pelindung bagi kami. Hik.. Aku pikir dah bisa survive hanya dengan persediaan makanan, ternyata tempat berteduh juga salah satu komponen yang ga boleh terlupakan. Kami semua hanya saling bertatap muka. Saling pandang. Kemudian saling buang muka.DSCN1516

P4041214Diluar dugaan, Alloh ternyata masih sayang dengan hamba-hambanya yang bernyali ciut seperti aku. Kami ditawari satu tenda gratis oleh sekelompok orang tak dikenal yang sedang berkemah disitu. Sedikit curiga dengan tawaran kebaikan tersebut, tapi kecurigaan itu segera sirna waktu liat para penolong kami yang ternyata rajin salatnya (bagiku, salat yang tak terlewatkan menjadi salah satu tolok ukur menilai kebaikan seorang). Karena hanya satu tenda kecil, jadi tenda tersebut diperuntukkan kaum hawa. Sedangkan yang cowok2 tetap tidur diluar beratap bintang. Mas-mas baik yang menolong kami itu dari Unbraw, kalo ga salah dari AKTI (pokoknya da TI nya gitu low..tapi lupa aku apa kepanjangannya). Alhamdulillah… kami sangat bersyukur… gimana kalo gda tenda, sedangkan malam itu udara pantai sangat menusuk tulang-tulang penyangga tubuh kami..  Hm..seperti mendapat tumpangan rumah gratisan… seneng dweh…

P4031209Aku terbangun pukul 3 pagi. Tidur yang tak nyenyak (bangun bangun terus) karena kondisi pakaian yang super bau membuatku terbelalak dan tak bisa bobok lagi. Meskipun aku tau, raga ku masih capek, tapi apa boleh buat, daripada pura2 tidur malah badan ga enak mua. Keluarlah aku dari peraduan tenda dan ternyata masih banyak yang bercanda di luar tenda. Alhamdulillah malam itu hujan ga turun. Malahan langit sedang menunjukkan kuasanya akan bintang. Iya.. bintangnya keliatan semua…banyaaaak..banget…ga da yang tertutup awan. Indaaaahhh puol pokoke…. Akhirnya kami bercanda beratap bintang. Merangkai bintang satu dengan bintang lainnya agar menjadi bentuk sebuah rasi yang bermakna. Mas-mas penolong kami juga gak kalah meramaikan dini pagi itu. Mereka menyalakan musik dari hape nya yang bernada lagu-lagu alam. Hm.. baru kali ini aku merasakan hal2 yang benar-benar jauh dari planning, bener2 liar, dan bener2 menyenangkan. Petang terakhirku di Sempu. Andai saat itu ada someoneku…. ^^

Paginya setelah subuhan dan sarapan (mie lagi lah), kami pamit pulang ma mas2 dari AKTI itu. Banyak sekali kerepotan yang ditimbulkan oleh tim kami. Dari pinjem tenda, minta air tawar (rasanya persis sabun dan disinyalir air tawar tersebut sempat dipakai mandi ma mas2 nya), nimbrung api unggun, ampe aku pinjem sarung dari salah satu mas2 nya untuk tidur (karena ga tahan dengan bau celana ku sendiri, tapi ternyata bau badan juga ga kalah), hehehe… Makasie ya mas-mas baik..ak sampe ga tau namanya satu per satu karena jumlah personil nya yg ga sedikit. Yang kutahu dan kurasa… masih banyak orang baik didunia ini. Sekali lagi terima kasih…

P4041230

P4041231

Perjalanan pulang serasa tidak mungkin bagiku (tidak hanya bagiku saja kurasa, tapi bagi teman-teman yang lain juga). Badan rasanya sangat capek dan paginya aku hanya maem mie satu sendok (karena dah bosen puol ma namanya mie). Kami berinisiatif untuk menelepon kapal agar menjemput kami di Pantai Kembar 1, tapi sinyal dari provider manapun ga nyampe situ, gimana mau jemput? Walhasil, pulang dengan jalan kaki menjadi satu-satunya alternatif yang ditawarkan. Hik..glek (menelan air liur). Okey, saatnya memotivasi diri sendiri, mental dipersiapkan!!! Harus bisa!!! Meskipun perjalanan pulang lebih lama dari keberangkatan (karena sering istirahat dan banyak yang berjatuhan), tapi aku berusaha menikmati setiap alur akar pohon yang pada hari sebelumnya berupa “susu milo” berubah menjadi selai coklat yang super licin.Katanya temenku jalanku mbalet… hehehe..padahal aku ngerasainnya lagi in line skate-an low.. Sebentar-sebentar kepleset, tapi ga sampe jatuh duduk kayak keberangkatan. Kapan lagi bisa berkotor-kotor seperti itu. Kayak ikut Benteng Takeshi ae…xixixixi..

P4041245

P4041237

P4041251

P4041250

Rupanya dehidrasi membuat urat sungkan ku putus. Tim kami, jalannya cukup berpencar saat itu. Ada yang di depan, ditengah, dan di belakang, sama-sama tak bisa melihat satu sama lain. Aku ditengah waktu itu, ada Riska, Adis, n Dirja juga. Sedari awal ak ga mau meneguk air tawar rasa sabun yang hampir sempet kuminum (mau ketelen ga kolu ternyata). Karena bener-bener haus, waktu papasan ma orang bawa minum, aku kayak preman nodhong gitu (keliatan asline).

“Mas itu air minum ya?”, pertanyaan bodoh yang kulontarkan karena jelas-jelas air mineral yang dibawa.

“Iya mbak.”

“Mas minta dunk, kami kehabisan air”, kataku ga sabaran.

“O…boleh mbak..bawa aja sebotol besar itu.”

“Ha? Gpp mas? Mas gpp? Kan baru berangkat?Ntar disana gda air lagi?”

“Gpp mbak.. Masih banyak kok di tas saya. Kalo mbak bawa kan, mengurangi berat beban saya.”

Alhamdulillah…bener-bener seperti mendapat air surga. Glek..glek..glek. Dan temen-temen yang lain pun ikut minum dengan semangat. Beberapa detik kemudian botol itu tandas dan dimasukkan ke dalam glangsing sampah yang dibawa Dirja kemana-mana. Terima kasih ya mas…. (dan aku lupa menanyakan namanya…maaf). Hm.. nikmatnya air putih di kala dahaga menyerang, gda yang ngalahin dweh.

Sekali lagi alhamdulillah Ya Robb…karena kami semua selamat hingga hutan bakau, bibir pulau Sempu. Jadi kangen mandi nie, heheehe… Dan kami pulang ke Surabaya dengan mendapat hikmah yang ada dalam pikiran masing-masing kami. Lain kali kalo ada yang ngajak ke Sempu lagi boleh lah…asal ga pas hari libur ato pas musim hujan.

P4041259

Setiap perjalan dimanapun tempatnya, selalu memberikan pelajaran yang berarti bagi orang yang jeli. Berada di Pulau Sempu yang tak berpenghuni membuat “tim solid” dadakan kami menjadi tim yg kompak. Kami pun dilatih “alam” untuk ga gampang mengeluh di setiap rintangan. Berusaha menahan “surga” untuk melewati neraka terlebih dahulu, tergantung kita, ingin berlama-lama di “neraka” atau ingin segera menjumpai “surga” (loh..kok nyambungnya ke akhirat?hehe..).

Pulau Sempu yang hampir sempurna…. Tak ada yang sempurna di dunia ini kecuali Dia, seindah apapun ciptaanNya. Terima kasih ya Robb.. Kau telah mengijinkan aku untuk dapat melihat hasil lukisanMu yang megah. Difana luv U…

P4041261



15 Responses to “SEMPU yang hampir SEMPU-rna (Part 3-selesai)”

  • cencen Says:

    what a survival.. 😀
    udah berani dilepas sendiri nie di hutan.. wkwkw

  • diva Says:

    masak tega nglepas aku sendiri di hutan?? 🙁

  • Anonymous Says:

    yap…
    hanya jejak kaki kita yang pertama kali ada.hehehe

  • cencen Says:

    wkwkw.. gak lah.. 😀
    kecuali aku jadi tarzan nya.. ;p

  • laila Says:

    Wuih…Indahnya pantainya…Beberapa hari yang lalu aku sempat mau ke pulau Bidadari Dif…Tapi suamiku nmabuk laut pas di tengah laut (naek kapal kecil) hehhehe…Yaaaaaah…..yowislah…Dif, cobaen ke Ijen…Recommended buanget..!!!

  • anggita Says:

    celananya bau apa y mb?????
    kq semriwing2……

  • diva Says:

    @cencen:hiya..tarzan…malu.. >_< @laila:Pulai bidadari itu mana la?ga pernah denger ya aku.. @anggita:xixixi...hush...hush..(tutup mulut!!!)

  • Djay Says:

    we…
    jenengku ga ono amning ki…..
    TT

    we…
    mbak e
    salut buat blognya..
    apik tenen…

    hohohoh

    bener kata mbak laila
    coba deh ke ijen…serasa di parancis
    keren!!!!

  • diva Says:

    @jay:ijen??kawah ijen??

  • Djay Says:

    yuhu..
    -tempat bersejarah bagi orang prancis…
    -the most acid creter in the word

    (liat di album fb q)

  • putri Says:

    it will be my next plan mbaakk..
    aku udaa mupeng kesinii,,kemaren aku smpet pengen ikut kalian2..tapi dilarang ma cwokku,,soale musim ujan,,medane pasti sulitt..
    hahahaaa saluut buat kalian superwomann!!!!

  • Nurdiansyah Says:

    wahh, mantap sanget tulisan n diskripsinya… Mank pntai kembar n panjang jlannya lwat mn??
    sayang,aku kmrin m tmn2Q gak lewat di pnati kembar n pntai panjang,coz bekal n wktu dah hbis.. jalannya juga gk thu,drpd nysar mlah gk jdi pulang.hehehe
    Nice story… Sempu mank advnture abis 🙂

  • diva Says:

    @jay:ke TKP.. 🙂
    @putri:iya…makasie ya put..ga nyesel kok dateng kesini… ^^
    @nurding:jalannya kecil bgt kok..tapi naek turun gitu…kapan2 kalo kesana kmu hrus ke pantai kembar..rugi lek ga kesana… ^_^

  • ismail Says:

    :D… lain kali ke timur, banyuwangi, baluran, ijen, meru betiri, alas purwo hehe

  • diva Says:

    @mas mail:insyAlloh kalo ada waktu… 😀

Leave a Reply