Pengalaman Pertama dengan HISKI

Ditawari oleh seorang dosen untuk menjadi panitia di acara yang bertaraf internasional membuatku rodok berpikir panjang untuk mengambil keputusan. Gimana ga berpikir panjang, lawong orang-orang yang datang di acara itu berasal dari mancanegara.. (aku kan ga pede kalo ngomong bahasa lain selain bahasa Indonesia dan bahasa Jawa…hehe). Berbekal kenekatan, akhirnya aku mengiyakan untuk bertanggung jawab di salah satu bagian kepanitiaan HISKI. Itung-itung jd panitia terakhir sebagai mahasiswa S1 di kampus..xixi.. (dan memang aku angkatan yang tertua).. 😀

P1010007

Aku ditempatkan di bagian pendaftaran ulang. Yang kupikir gampang karena tinggal daftar ulang aja.. ternyata crowded juga..  Ada yang nambah pembayaran untuk ini itu (karena acara di adakan di hotel selama 4 hari 3 malam).. Fasilitas hotel yang luar biasa kurang nyaman (padahal hotel ini termasuk di tengah kota dan memiliki nama mentereng di Surabaya) sehingga komplainnya di bagian daftar ulang.. ampe harus mengkurs kan dolar negaranya dengan nilai rupiah…hm… -_-“

HISKI sendiri kepanjangan dari Himpunan Sarjana Kesusasteraan Indonesia. Setauku, himpunan ini isinya membahas tentang perkembangan sastra saat ini ditinjau dari berbagai segi media sastra dan sastra itu sendiri. Sebelum diadakannya konferensi internasional ini, terlebih dahulu HISKI mengadakan munas yang ke-7. Munas ini dilakukan tiga tahun sekali..(berarti sekarang umurnya udah 21). Setiap tiga tahun sekali pula, tuan rumah nya ganti2.. Nah kali ini yang menjadi tuan rumah HISKI adalah Universitas Airlangga. Mau ga mau terjun juga aku di komunitas ini. Sehari acara munas (yang tertutup untuk umum), konferensi internasional dibuka di hari berikutnya. Jadi kronologisnya HISKI sebagai himpunan sastra resmi dan terbesar di Indonesia ini punya gawe yang kebetulan ditempatkan di Surabaya. Konferensi internasional dengan jumlah peserta cukup banyak dan pembicara dari berbagai negara ternyata asyik juga untuk diikuti.

P1010008

P1010009

Alhamdulilah…setelah urusan tetek bengek administrasi selesai, bisa juga aku mengikuti sesi-sesi pembicara kelas dunia. Lumayan..bisa menikmati dialog-dialog pembicara dengan gratis,,karena kalo mau daftar, untuk domestik dikenakan harga 600 ribu, untuk negara lain dikenakan 1 juta.. Hm.. pikir-pikir lagi dweh kalo mau mengeluarkan uang sebegitu besarnya yach.. (hehe..sukae kok yang gratisan).

Ada David Reeve dari Ausie yang menyoroti penggunaan kata-kata vulgar di mobil-mobil angkutan khususnya di daerah Padang, seperti “Kiss my Ass”. Ada pula penggabungan kata-kata tradisional dan modern yang ga kalah keren juga.. (hal ini bisa terbaca oleh peneliti seperti beliau. Kasarane Negara Indonesia gampang tertebak dweh. Baginya negara kita sangat haus akan modernitas padahal di sisi lain ke tradisionalan ga bisa jauh dari pemahaman filosofi hidup orang Indonesia). Karena lama di Indonesia.. dia bisa joke pake bahasa Jawa dan logatnya lucuu bgt…

IMG_1464

Ada juga peneliti komik terkenal di Indonesia.. namanya Seno sapa ya… lupa aku… pokoknya rodok nyentrik dandanane..hehe.. Yang disoroti akulturasi komik Spidermen di berbagai negara.. Tak terkecuali di Indonesia.. Masak Spidermen di musuhin sama Kolor Ijo.. Lucu bgt gambar2 yang ditampilin di slide.. Tapi lebih lucu lagi Spidermen hasil akulturasi negara India.. Jadi gambarnya itu Spidermen pake baju ala orang India.. xixixi.. lucu bgt… (asline kan pakaian Spidermen ngepres bgt..tapi di slide nya, Spidermen ditampilin dengan baju yang super gede ala aladin..hehe..onok2 ae).

P1010023

Ada pembicara dari Jerman yang bernama Katrin Bandel. Judul makalahnya sie keren bgt.. tapi menurutku isinya ga sekeren judulnya.. Kalo ga salah judulnya “Vagina yang Haus akan Sperma” dalam novel Saman Larung karya Ayu Utami (bagi dunia sastra, judul-judul seperti ini sudah umum..bagi yang tidak terbiasa membaca hal-hal vulgar seperti ini kayaknya perlu baca dweh..hehe). Dia lebih menyoroti pandangan orang terhadap Ayu Utami… bukan karyanya ato bagaimana kritikannya pribadi untuk novel pertama dan kedua Ayu Utami.. (apalagi skripsiku juga membahas novel dari Ayu Uami..hm..)

Ada Raja Ahmad dari Malaysia yang menyoroti novel2 religi Indonesia. Seperti Ayat-Ayat Cinta yang ternyata sangat fenomenal dan sangat disukai oleh masyarakat sana (terbukti SDM Indo di beberapa sektor lebih keren kan??)

IMG_1458

P1010012

Inget dengan Pak Rachmat Djoko Pradopo ga? Kalo suka pelajaran bahasa Indonesia pas SMP, pasti inget orang ini… Itu tu.. orang yang mengklasifikasikan periode sastra di Indonesia… Menurut beliau, periodisasi sejarah sastra Indonesia adalah sebagai berikut :
1. Periode Balai Pustaka: 1920-1940
2. Periode Pujangga Baru: 1930-1945
3. Periode Angkatan 45: 1940-1955
4. Periode Angkatan 50: 1950-1970, dan
5. Periode Angkatan 70: 1965-sekarang (1984).

Inget belum?Beliau sekarang sudah sepuh banget.. pendengarannya sangat berkurang…sehingga kalo ngomong harus keras dan deket.. Hm.. mungkin beliau seusia mbahku.. Bedanya dulu mbahku masih menjadi pekerja keras di usia tersebut, tapi beliau bekerja keras dengan menulis puisi yang sangat indah. Tentu saja kedatangan kali ini beliau bukan menjadi seorang pembicara.. tapi sebagai seorang tamu agung yang diundang di HISKI.

P1010013

Sebenarnya ada banyak sekali pembicara-pembicara yang belum sempet aku denger..soalnya pas itu aku masih sibuk dengan urusan administrasi orang-orang yang baru datang…bayangin.. ada Goenawan Mohammad sebagai orator budaya,  Faruk, wez pokoke buanyak…

Tapi yang paling keren menurutku ya Pak Putu Wijaya. Bener bgt kalo ditaruh di acara puncak.. Wes tha lah.. menurutku orang ini seniman yang unik bgt.. Beruntung Indonesia memiliki seorang Putu Wijaya. Udah ngomongnya lucu..menarik..memukau… drama-drama yang sering dibawakannya pun langsung bisa dicerna otak. Dulu waktu aku hbs nonton drama monolog beliau, aku ngerasa aku harus ngobrol dengan beliau.. Ternyata.. boro-boro mau ngobrol.. foto bareng aja harus rela dengan keinginan orang bejibun yang memiliki tujuan yang sama.. 🙁

IMG_0702

IMG_0704

PB170026

Dan akhirnya…alhamdulillah kemarin aku sempet foto eksklusif berdua dengan beliau.. Ya ampun.. bayangin.. meski sebentar… aku bisa ngobrol dengan beliau juga!!! Hore… hore… hore.. (katanya tmn2, fotoku ini kayak Syeh Puji n Ulfah.. Huh… dasar) Meskipun raganya udah tua,,pikirannya ga tua low.. Wawasannya luas pula.. di Konferensi Internasional, dia jadi pembicara atas suka dukanya menjadi seorang dramawan. Emang latar belakangnya masyarakat kita masih asing dengan pentas drama, jadi terkadang jalan cerita nya susah dimengerti untuk masyarakat awam. Tapi karena Pak Putu ini hobi melakonkan drama,,,ia harus menerima konsekuensi sebagai ketua, penyandang dana, serta lakon dalam pentas-pentas dramanya. Bisa dibayangkan bagaimana hebatnya seorang Putu Wijaya… (kalo mau main lagi, kasih tau saya ya pak..saya usahakan untuk nonton dweh!hehe..)

P1010022

IMG_1460

Mereka adalah orang-orang spektakuler yang sudah memiliki wasiat untuk dapat dijadikan sejarah bagi dirinya sendiri dan orang lain, berupa tulisan-tulisan yang mampu mengubah cara pandang dunia.. Aku selalu takjub dengan orang-orang seperti ini.. melakukan kritik sosial melalui cara yang elegan.. jujur terhadap apa yang dirasakan… menolak cara yang anarki.. menolak cara yang melukai orang lain.. menolak kekerasan…

P1010021

Dan yang jelas.. orang yang suka damai pasti suka sastra…

Mulai masuk dunia sastra yuk…. 🙂



6 Responses to “Pengalaman Pertama dengan HISKI”

Leave a Reply