Maem-Maem di Jakarta dan Bogor

Kalau dateng di suatu tempat baru, yang paling ingin aku jelajahi terlebih dahulu adalah makanan yang unik. Pokoknya yang ga ada di Jawa Timur alias belum pernah aku coba. Nah, wisata kuliner menjadi penting dalam sebuah traveling karena makanan adalah item yang ga bs dijadikan oleh-oleh (inget, makanan, bukan jajan!!!). Gimana mau dijadiin oleh-oleh, gag sampe 4 hari paling udah basi, masak mau ngoleh-ngolehin orang rumah dengan makanan basi? Kalaupun bisa dibungkus, rasanya bakalan lain kalo udah dibungkus (kalian pasti pernah merasakan perbedaan rasa makanan antara makan di warung dengan makan dirumah). Makanya, kalo dateng di suatu tempat, jangan lupa dan jangan pernah malas untuk mencicipi masakan yang menjadi andalan setempat ya!

DSC00100

Beberapa hari yang lalu, aku dan Papa diberi kenikmatan Sang Pemberi Hidup untuk menjelajahi makanan di sekitar Jakarta dan Bogor. Tentu gag semua makanan unik yang bisa kumakan dan kutemukan, karena berbenturan dengan waktu dan informasi (hehehe). Pertama-tama..kita jelajahi makanan khas Bogor yuk..

DSC000931. Berbekal seringnya nonton acara wisata kuliner by Pak Bondan dan informasi dari teman-teman, Makaroni Panggang adalah makanan yang ga boleh terlewatkan ketika sudah tiba di kota hujan ini. Meski nanya orang berkali-kali, alhamdulillah kami sampai juga di TKP. Aneka Makaroni Panggang tersedia di menu, dan tentu saja kami gag bakalan memilih semuanya, jadi istilahnya bonda-bandi yang ada di menu utama, hehehe. Aku pilih starnya dunk, Makaroni Panggang Spesial (ada daging cincang plus tambah keju), dan papa pilih Steak Ikan (Baronang kalo ga salah nama ikan`e). Dan ternyata…setelah dicoba…rasa makaroninya uenak buanget!!! Dasarnya suka keju, jadi sampe sekarang aku masih inget rasanya dan terkesan puol!! Juara!!! Bintang Lima.. Huaaa..pengen lagi.. Di Surabaya ada gag ya? Masak aku harus bikin sendiri <—sok bisa masak. Kalo steak yang dipilih Papa menurutku sedikit amis, keras, dan gag seenak makaroninya. Tapi tetep aja habis juga karena laper (dapet Bintang Dua lah).. Untuk harga, relatif terjangkau karena sumbut ma tempat dan rasanya, khas cafe profesional lah. Oiya..meskipun hot coklat adalah minuman yang sangat lezat di saat musim hujan..jangan pernah memesan minuman ini setelah makan makaroni, nanti jadi eneg dan bukan penutup yang mantap <—pengalaman pribadi.DSC00094

2. Meskipun sudah kenyang, kami tetap menjelajahi apa yang ada disekitar Taman Kencana (nama areanya). Sepanjang jalan itu isinya makanan semua dan aku penasaran bgt gmn bentuk sekaligus rasanya. Sayang perut masih kenyang, akhirnya kami mbungkus jajanan aja dweh. Kali ini namanya Pia Apple Pie. Aku pernah liat Asmirandah maem disitu, jadi tergiur juga untuk mencicipi jajanan ala artis. Ternyata disini juga ada makaroninya low, tp gag mungkin ak pesen makaroni lagi, karena nama tokonya aja pie, pasti menu andalannya ya Pie <—berargumen sendiri. DSC00102Pia Apple Pie ini ada yang kering dan basah. Maksudnya kering dan basah, kalo yang kering itu ga ada isinya alias kosongan. Kayak kue kering keju dengan aroma apel. Dan yang basah itu ada isnya berupa potongan-potongan apel. Lek menurutku sie rasanya kayak nastar lebaran, bedane kalo nastar kan dari nanas, klo pie ini dari apel. Tapi not bad lah, dapet Bintang Tiga.

3. Disamping pas Pia Apple Pie ini, ada jajanan juga yang namanya Klappertaart. Awalnya aku ragu, masuk ga masuk ga, soale tempatnya sepi dan rodok krik-krik-krik. Berdasarkan pengalamanku, kalo tempatnya sepi, 80 persen pasti gag enak. Tapi karena penasaran dengan namanya (yang baru kudengar), akhirnya aku masuk aja dan meminta menu apa yang paling favorit, yang biasa diserbu pangsa pasar, dan yang biasa cepat habis. Akhirnya mbak-mbaknya menunjuk Klappertaart original dan coklat sebagai jajanan andalan mereka. DSC00189Tak disangka, klappertaart yang original itu rasanya sip markusip!!! Lidahku rasanya pengen ngguyah terus kalo ketemu makanan yang berbahan susu (baca: manis). Dan aku gag nyangka aja, ternyata rasanya jadi unik, hasil perpaduan antara susu dengan potongan kelapa… apalagi dalam keadaan keluar dari kulkas. Hmmmm… Yummy.. Beneran dweh.. Uenak! Makaroni panggang ada saingannya nie, Klappertaart original dapet Bintang Lima!

    DSC00103

    Setelah seharian di Bogor, kami segera balik lagi ke Jakarta, tempat saudaraku tinggal (baca: numpang). Sebenernya kurang lama sie di Bogornya, tapi karena jadwalnya emang sehari, jadi harus balik dweh. Tapi aku pasti seneng kok kalo ada yang ngajak lagi kuliner disana, lebih menyenangkan kalo ditunjukkin tempat makanan-makanan unik lainnya, yang ga kalah keren rasanya. Hehehe… (wis njalok, cerewet pisan yow!).

    Sekarang kuliner di Jakarta yuk! Meski bukan tempat-tempat yang recomended (baca: rasanya ga unik banget), tapi tetep aja ga ada di Surabaya. Jadi, dicoba yow dicoba.. Cekidot…

    1. Bakmi Gajah Mada. Bakmi ini memiliki outlet lebih dari 10 dan hanya ada di mal-mal Jakarta. Aku ga tau sebabnya kenapa ga buka cabang di kota besar lainnya seperti Surabaya. Padahal rasanya seger dan ga mblenger. DSC00109DSC00112Papa ku aja yang bosenan bisa makan dengan menu yang sama di siang maupun malam hari (dasarnya Papa suka mie sie..hehehe). Semoga segera buka cabang di kota-kota lainnya selain Jakarta dweh. Menurut lidahku..kamu dapet Bintang Empat aja ya..
    2. Burger King. Sebenernya aku ke Burger King atas saran seorang teman, yang outletnya memang belum ada di Surabaya. Aku tau nya Burger King karena beberapa tahun belakangan, t-shirt2 yang dipake anak-anak muda itu tengahnya kok ada tulisane Burger King..penasaran jadinya. DSC00195DSC00197Aku yang emang ga tau bentuknya pun pengen ngerasain, apakah sebanding dengan kepopulerannya di dunia fashion ga. Ternyata rasanya memang enak, meski ga terlalu spesial. Dapet Bintang Tiga dweh.
    3. Steak Abuba. Tempatnya ruame bgt. Terpisah di dua tempat, ada yang mewah, dan ada yang warung biasa. Menurutku, untuk ukuran steak, harganya rodok mahal. Aku sie pesennya tenderloin lokal, dan ternyata hasilnya alot (persis sandal jepit). Tau gitu nyoba sekalian yang import aja ya? IMG_1600Daripada milih yang murah dan rasa kurang memuaskan. Tapi karena laper habis dihadang macet, tandas juga dweh..hehehe.. Nah.. Kali ini yang enak itu pesenannya Papa, steak Salmon. Rasanya mantap banget! Kalo ke Abuba lagi, aku mau dweh pesen menu ini. Bintang Lima! Katanya sie, steak disini dipatok dengan harga mahal karena bertujuan untuk membantu kaum dhuafa. Jadi, semoga aja niat dan uangnya tersampaikan dengan benar. Amien.
    4. Kalibata. Kalo di Kediri, lokasinya persis kayak Bok Jo. Tapi Kalibata ini banyak menyuguhkan aneka seafood. Asal milih ternyata enak juga. Makanan seafood itu dimana-mana bahannya sama, cuma yang membedakan adalah bumbunya. Namanya depot 88. Silahkan mencoba!DSC00218DSC00219

    NB: Maaf tidak menyertakan alamat warung makanan diatas, karena aku sudah kalap kalo ketemu makanan enak (padune malas mengingat). Hihihihi.. cari sendiri di google ya! :p



    11 Responses to “Maem-Maem di Jakarta dan Bogor”

    Leave a Reply