Karimun=Kremun-Kremun Ing Segoro (Part 1)

“Pokoknya kalo ada apa-apa di sana, berarti itu karena mama ga ngijinin aku,” kataku sambil pura-pura ngambek masuk kamar.

Dan 5 menit kemudian… Tarra!!! Akhirnya aku dibolehin juga sama mama untuk berpetualang di Karimun Jawa. Hihihihi.. dengan sedikit adegan sinetron, hati mama pun luluh! Restu mama menjadi sangat penting, karena papa n mas dop sebagai big boss dirumah sudah ngijinin duluan, hehehe.. Saking perhatiannya mama, beliau juga yang nyepak-nyepakne jajan serta obat-obatan yang biasa ku konsumsi.. Apalagi yang perlu dikhawatirkan kalo restu Mama Papa sudah ku kantongi? Makasie mama ku sayang.. *tiba-tiba cium pipi mama.

Okey.. Kali ini aku liburan ala backpaker beserta temen-temen SMA. Sebenernya kami sudah merencanakan perjalanan spektakuler ini jauh-jauh hari dengan teman-teman yang ga sedikit jumlahnya. Tapi karena banyaknya personil kami yang masih repot ini itu, akhirnya kami nekad berangkat dengan formasi seadanya. 7 orang awalnya, 4 dari Jawa Timur, 2 dari Jakarta, dan 1 dari Solo. Semua berangkat sendiri-sendiri dan janjian ketemu di titik tengah, Pelabuhan Jepara.

Dari Jawa Timur tentu ga hanya dari Surabaya aja, tapi ada jg yang dari Kediri dan Kertosono. Ehem.. Lek teko Kertosono, sopo maneh lek ga aku.. hihihi.. Yang dari Kediri cm satu, Aldi seorang, sebagai ketua regu. Sedangkan yang stanby di Terminal Bungurasih ada Bobby si Lembu dan Todje si perokok berat. Aku dan Aldi janjian ketemu di Bra`an (pertigaan antara jalan ke Nganjuk, Kediri, dan Jombang). Tapi rencana tinggallah rencana.. Aku terlambat nyegat bus yang ditumpangi Aldi, jadi aku pun naek bus ekonomi sendiri! Aldi yang bingung akibat tak telpuni (karena baru kali ini aku naek bus malam sendiri) pun sengaja turun dan berniat nyegat bus ku (yang itungannya di belakangnya) biar bisa bareng. Mungkin karena dia gupuh juga, akhirnya dia turun di jalan yang ga mungkin bus berhenti. Hehehe.. Ya jelas bus yang tak tumpangi ga menoleh sedikit pun lah sama Aldi. Jadi ceritanya double tlisipan gitu ama Aldi. Tetep aja itungannya kami berangkat sendiri-sendiri. Dan parahnya, karena ak gtau harga pasaran naek bus ekonomi, uang 30 ribu melayang. Hmmm.. Lain kali aku harus lebih teliti *nasib anak kmn-kmn dianterin sopir!

Sesampai di Bungurasih, kami berempat langsung mencari bus jurusan Surabaya-Kudus. Kami tidak perlu menunggu lama karena bus Indonesia (seakan-akan) menanti kami untuk segera berangkat ke The Carribian Van Java, hehehe. Sepanjang perjalanan (6 jam), kami isine ketawa-ketawa mulu. Aldi bilang dredeg, Bobby juga bilang dredeg, dan sebenarnya aku pun dredeg. Dredeg seneng, dredeg histeris, tapi ethok-ethok cool. Hihihihi.. sewaktu ijin mama berhasil kudapatkan, aku langsung search Karimun Jawa di google dan mendapatkan pemandangan yang luar biasa! Aku sampe ga percaya kalo dibolehin dan malemnya mau kesana. Horeeeee!!!!! *beneran loncat-loncat sendiri di kamar.

DSC00517

Tapi rupanya kesenangan kami harus diwarnai dengan kegelisahan yang cukup besar. Bagaimana ga gelisah, bus yang ditumpangi teman-teman kami dari Jakarta, Item dan Tomblok mogok total. Tiga kali ganti bus, tiga kali mogok. Ya Tuhan.. Cobaan apalagi ini? Saat itu aku berpikiran untuk pulang dan tidak melanjutkan perjalanan. Aku cewek sendiri di antara rombongan?? Kalo sampe orang tua ku tau, pasti aku disuruh pulang langsung tanpa ba bi bu (yang baca blog ku, dilarang ngomong macem-macem tentang rahasia ini ma ortu ku low ya!). Aku berangkat tanpa Item, Tomblok, dan Aci? Dimana letak kesetia kawanan kami? Tapi karena waktu itu masih dini hari, kami berharap mereka berdua masih bisa menyusul kami berempat. Aldi terlihat menyemangati rombongan dari Jakarta. Aci yang sendirian dari Solo pun mengurungkan niatnya untuk berangkat karena Tomblok, yang notabennya adalah pacarnya, 90 % ga bisa nututi kapal Muria yang hanya berangkat 2 hari sekali itu. Sumpah.. saat itu aku cuma bisa diem.. cuma bisa berharap.. cuma bisa berdoa.. semoga ada keajaiban.. semoga mereka lulus ujian ke Karimun Jawa.. semoga mereka bisa bertemu kami di titik yang telah kami tentukan..

DSC00519DSC00521

Sampai di Kudus, kami segera mencari angkutan Kudus-Jepara (1 jam). Aldi, Todje, Bobby, dan aku, memang rombongan yang paling tepat waktu tiba di pelabuhan Jepara. Sesampai di pelabuhan, kami berusaha mencari kapal nelayan kesana kemari, yang kemungkinan bisa menyusul kapal Muria. Tapi hingga Muria mau berangkat, kami tidak mendapat kepastian akan ada kapal nelayan yang menyusul. Tomblok, Item, dan Aci sudah merasa patah semangat, lebih dari apa yang kami rasakan di Jepara. Mereka yang antusias, mereka yang penuh persiapan, mereka yang menyakinkan aku untuk ikut!! Bahkan pelangi yang saat itu tengah menunjukkan keelokkannya, tak membuat kami bahagia sama sekali. Tuhan.. Kami ingin mereka berangkat.. Kami ingin liburan bersama mereka.. Kami ingin mereka sekarang..

DSC00522DSC00525

Namun.. Ternyata Tuhan tak mengijinkan mereka bertiga berangkat.. Apalah arti kami tanpa mereka.. Yang jelas kami berempat berniat untuk tak melanjutkan perjalanan.. Tapi tiba-tiba Tomblok sms.. tlp.. mendorong kami untuk tetap semangat.. tetap berangkat.. “Don`t be a superman”, he said like that. Dan dengan perasaan enggan dan kacau, kami pun memutuskan masuk kapal Muria, mengarungi laut selama 6 jam di atas deburan ombak.

DSC00529

DSC00530DSC00533

Sudah perasaan ga karuan, naek kapal laut selama 6 jam (baru pertama kali), yang ada pasti mabuk! Jangan lupa minum antimo ya kawan.. dijamin sepanjang perjalanan bisa tidur lelap. Oiya.. sebenarnya ada kapal cepat yang biasa disebut kapal Kartini. Jarak tempuhnya cuma 2 jam bok (satu banding tiga)! Tapi saat itu sedang di reparasi, alhasil, mau ga mau ya harus nyebrang naek kapal Muria. Kapal Muria terdiri dari 3 bagian. Lantai dasar diisi dengan kendaraan dan bahan pangan yang keliatannya akan dibutuhkan di Karimun Jawa.

DSC00824

Lantai kedua diisi dengan penumpang ekonomi (nah aku disini) dan vip. Bagi yang berniat tidur sepanjang perjalanan, carilah posisi yang enak. Boleh tidur di lantai, di kursi kalo pengen egois, pokoknya yang nyaman. Kalo ga, ketika bangun tidur bukan badan segar bugar yang didapat, tapi tengengen serta linu-linu yang dirasa <—pengalaman pribadi.

DSC00535P1010391

Lantai ketiga merupakan tempatnya nahkoda mengendalikan kemudi. Selain itu, lantai tiga adalah tempat nongkrongnya orang-orang yang pengen menikmati laut sambil melamun. Sejauh mata memandang, yang ada cakrawala thok! Kalo pengen bengong ato sok2 keren boleh dweh foto2 sambil bergaya2 disini..asal jangan lupa pegangan biar ga jatuh,hehehe.. (tapi kyknya ak memilih untuk istirahat aja dweh daripada mabuk laut).

P1010427P1010394

Tepat jam 4 sore tet, Muria merapat di Karimun Jawa. Luar biasa kapal ini, tepat waktu! Jarang ada angkutan umum di Indonesia yang bisa tepat sesuai jadwal. Di dermaga.. kami sempat melihat air laut yang bening menerawang hingga karangnya.. Pasir putih bersih terhampar istimewa.. Perasaan kacau dan capek sirna sudah.. Apalagi kami langsung dijemput guide kami bernama Mas Ari untuk diantarkan kepenginapan.

DSC00538

Setelah mandi dan bersih-bersih.. Kami berempat pun berjalan-jalan ke dermaga.. Kami masih berharap Item, Tomblok dan Aci tiba-tiba ikut berjalan di antara kami.. Dan.. ya ampun… Subhanalloh… Aku terharu banget.. Rupanya Tuhan benar-benar ingin membuat kami tersenyum!!! Sekali lagi kami diperlihatkan pelangi yang lebih jelas dan lebih lebar daripada di Jepara. Dua kali dalam sehari!! Mungkin Tuhan ingin meredamkan perasaan kacau yang tengah kami lalui.. Terima kasih Ya Alloooohhh…  Aku masih diperbolehkan melihat lukisanmu… Pelangi dan pantai.. Kombinasi apa yang kurang…

P1010454DSC00549

Bersambung…



12 Responses to “Karimun=Kremun-Kremun Ing Segoro (Part 1)”

  • visa Says:

    Ga ajak2 rek…heheeee oleh2…recomended ga dsana??

  • aldi Says:

    wah, keren dif! awakmu sing deskripsi perjalanane yaa… aku tak nulis dari sudut pandang lain ae :p

    @visa: sangat sangat direkomendasikan dit…!!!! harus disempatkan ke sana pokok’e 😀

  • todje Says:

    lah.. jenengq di tambah2’i.. ngrusak pasaran ae..
    :C

    @aldi:
    next trip..
    ojok ndadak ngabari aq, ben aq isok nabung..
    salam ransel.. ^^v..

  • cencen Says:

    Dari awal mbaca tulisanmu aku udah males duluan.. Wkwk.. Tapi beberapa bagian di akhir kayakke seru. Jadi kayakke jangan banyak banyak ya personilnya..
    Kelihatannya berat perjalanannya.. Tapi itu juga yang membuat pantai ini masih indah.gak semua orang punya niat kuat buat lalui itu semua sebelum sampe. Ditunggu postingan berikutnya.. Buat pembaca jadi semakin yakin pengen ikut jejakmu ke sana ya 😀

  • harrys Says:

    awakku langsung ireng jehhh….:(

  • diva Says:

    @visa:kalo ga recomended..ga ku tulis di blog..hehehe..
    @aldi:okrek al..
    @todje:lha aku kan menulis apa yang aku liat… :p
    @cencen:males kenapa?membosankan ya?
    @harrys:raiku melepuh.. -_-“

  • diva Says:

    @cendi:ya ga usah kesana..nang parang tritis ae km.. 😀

  • Gita Says:

    Mantap !!!! Keren Abiiss….
    Rys, ntar aq tanya-tanya soal akomodasi, penginapan, ama total biaya ya yo…..

    oh iyo ris, dogolek’i karo tante fitri….

  • w Says:

    di karimun java nginepnya dmn? trus semalem brp?thanks

  • dWi Says:

    hii…salam kenal.
    bakcpakers’an gitu, bisa tau gak budgetnya kudu siapin brp ya?
    trims buat infonya 🙂

  • diva Says:

    @all: dulu biaya ku sekitar 450.000, itu 4 hari 3 malam.. Makan, penginapan, serta peminjaman alat snorkling ditanggung bironya.. Kalo pengen kesana n tanya2, hubungi aja biro travel ini, namanya Mas Ari.. Orangnya welcome dan komunikatif kok.. 🙂 087832504284 atau 081325131608
    Silahkan berwisata di bumi Indonesia kawan!!! 🙂

Leave a Reply