SEsaat curHAT

Malam ini.. Ijinkan aku untuk mengingatmu.. Sekali lagi mengingatmu…

Sekali saja.. Untuk kemudian dapat melalui hari tanpa bayanganmu..

Dulu,,, iya dulu.. aku pernah mempercayakan hatiku padamu..
Aku pernah mempercayakan diriku padamu..
dan memang aku pernah benar-benar jatuh cinta padamu..aku pernah…
Kini.. Untuk terakhir kalinya.. Biarkan aku mengenangnya..sekali lagi mengenang rasa itu..
Ku mohon sekali saja hingga aku benar-benar harus pergi..dan melihatmu tak kembali..
Aku tak bisa mendefinisikan perasaanku sekarang..dan jangan pernah menanyakan bagaimana perasaanku saat ini…

Tau kah kau..
Ketika kau diam membiarkan aku meninggalkanmu..saat itu kau sangat membingungkanku..
Ketika kau berisik mengisi “hidupku” dengan celotehanmu..saat itu kau sangat merisaukan hatiku..
Dan ketika kau bilang masih sayang padaku..saat itu juga kau sangat menyakitiku..
Apakah aku masih mencintaimu? Apakah aku masih menyayangimu?
Jangan bertanya saat ini.. Karena tak kan kubiarkan rasa itu terjawab..
Aku hanya ingin perasaan ini lenyap bersama masa..
Tolong..jangan paksa aku menjawab pertanyaan retoris ini..kumohon..

Aku terlalu capek mengikuti mimpi-mimpimu.. Entah terlalu tinggi atau aku yang tak bisa mengikutimu hingga tersandung dan jatuh mengaduh.. Aku tak tau..
Selama ini aku merasa bersalah jika tak bisa mendampingi jalan pikiranmu…
Selama ini aku merasa bersalah jika benar-benar melakukan kesalahan..
Dan selama ini pula aku selalu mencoba tersenyum setelah menyeka air mata sia-sia..

Jauh dalam benakku…
Aku hanya ingin selalu terlihat sempurna di depanmu..
Aku hanya ingin selalu menjadi wanita yang tepat di matamu..
Aku hanya ingin selalu menjadi wanita yang paling kau butuhkan..
Selalu berusaha..selalu..berusaha..
Tapi maaf.. Kali ini aku harus jujur.. Terimalah kejujuranku.. Untuk terakhir kalinya.. Aku terlalu rapuh jika harus terus berbohong.. Menahan sesuatu yang mestinya tak kutahan..

Bahwa selama ini.. Aku tersiksa.. Batin dan ragaku terluka.. Karena hanya keterpaksaan dan kepura-puraan yang kulakukan.. Semakin lama.. Aku semakin lemah dengan cara bertahan menghadapimu..

Mulai detik ini…
Aku ingin mengutarakan apa yang selama ini kucoba untuk tak kuhiraukan..
Aku tak bisa bertahan dengan mimpimu..
Aku tak bisa hidup dalam indahnya dongengmu..
Dan aku memilih untuk pergi darimu..
Jadi.. Tolong lepaskan aku..

Marilah mengurai benang yang erat dan rumit di antara kita…
Marilah menatap masa depan tanpa janji apa pun di antara kita..
Marilah menjadi dulu.. Bocah-bocah yang seru..
Berjanjilah padaku.. Kau berjalan ke utara dan aku berjalan ke selatan..
Ayolah.. Berjanjilah! Jangan cengeng!
Aku tak bisa menguraikan benang ini sendiri tanpa ada campur tanganmu..

Mulai saat ini..
Jangan pernah panggil aku selirih apapun..
Jangan menoleh sedikit pun pada hatiku..
Dan jangan pernah menginginkan aku menemanimu.. Lagi..
Lupakan semua yang pernah kita bina bersama..
Lupakan..
Lupakan..
Lupakan..
Meski sakit dan tersakiti..
Yakinlah…
Sang waktu yang kan menyembuhkan itu..



Comments are closed.