Mar 5 2016

The Power of Tawakal

Kajian selama dua jam berasa kuranggggg, kalau yang ngisi kajiannya Ustad Fatih Karim. Pantas Ustad Felix maupun artis-artis papan atas Indonesia lainnya bisa hijrah setelah rutin mengikuti kajian beliau (selain karena memang diridhoi Alloh ya). Saya yang orangnya ga gampang nangis pun sempat berkaca-kaca mendengar tauziahnya. Bukan karena akting, tapi karena saya merasa bahwa banyak hal-hal yang lupa saya syukuri. Banyak keluh kesah hanya karena doa-doa yang saya panjatkan tak sesuai dengan desain yang Alloh rancang untuk saya. Saya sering lupa, bahwa Dia selalu memberi yang terbaik, yang saya butuhkan, bukan yang saya inginkan.

“Jangan memaksa Alloh, karena Alloh tahu yang terbaik,” kata beliau.

Yup.. Tema kajian kemarin adalah tentang tawakal. Tawakal menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) adalah pasrah diri kepada kehendak Alloh; percaya dengan sepenuh hati kepada Alloh. Pasrah diri itu tidak boleh ditelan bulat-bulat, karena pasrah diri hanya bisa dilalui jika ikhtiarnya (usaha) sudah maksimal. Seperti halnya jika kita akan bepergian ke luar kota. Ikhtiar kita adalah mengunci rumah, menutup jendela, dan melakukan usaha meminimalisir kejahatan lainnya. Tapi jika akhirnya rumah kita kebobolan maling, itu berarti atas ijin Alloh dan kita harus tawakal, pasrah diri kepada kehendak Alloh, pasti ada hikmah di setiap kejadian. Nah, beda lagi kalau kita pergi tanpa mengunci rumah, tanpa menutup jendela, ya pantas saja kebobolan maling! Itu salah kita sendiri, sebab ikhtiar kita kurang sempurna.

“Tawakal adalah urusan hati, yang berkaitan dengan masalah akidah. Tawakal itu hanya kepada Alloh, tidak berkaitan dengan sebab akibat, dan Alloh mencintai orang yang bertawakal. Contohnya, orang ingin pergi ke Bandung. Tapi dia hanya berdoa saja di tepi jalan tanpa menghentikan bus atau mencari tahu bagaimana caranya agar sampai Bandung, ya jelas ga sampai-sampai ke tujuan. Harus ada ikhtiar dibalik tawakal,” lanjutnya.

IMG-20160303-WA0000

Continue reading


Jan 6 2016

The Legend of Lotus

Beberapa hari yang lalu untuk pertama kalinya saya nonton dan menikmati teater Enjuku di Gedung Kesenian Jakarta bareng suami dan sepupu, Shinta. Teater Enjuku adalah teater musikal berbahasa Jepang yang beranggotakan mahasiswa/i di seluruh Jakarta. Pada dasarnya, belajar bahasa memang harus aktif dan dipraktikkan. Dengan menjadi anggota Enjuku yang rutin mempersembahkan tontonan yang apik, mau ga mau mereka harus belajar, menghafal, dan beraksen bahasa Jepang! Keren banget ih idenyaaaaa… Kalau lihat begituan, pengen jadi mahasiswa lagi rasanya.. Hahaha..

3

Continue reading


Dec 27 2015

Campas Outbond, Sentul

Liburan kali ini terhitung cukup panjanggggg.. Keluarga Achda sih jauh-jauh hari memang berencana ingin menghabiskan liburan kali ini di puncak. Mendekati hari H, ternyata villa yang diincar sudah di-booking orang.. Hadeh.. Nyari-nyari tempat yang lain pun ga dapat (duh, sedih). Jadilah kami mencari villa di daerah Sentul dan menginap semalam disini. Namanya Campas Outbond. Semalam kena biaya sekitar 1,5jt. Selain tersedia villa dan outbond, kita bisa melakukan arung jeram, paintball, dan melihat Air Terjun Bidadari yang letaknya terpisah dengan villa-nya.

air-terjun-bidadari

Suasana air terjun Bidadari daerah Sentul. Karena hari libur, setiap orang dikenakan biaya masuk Rp. 40.000,- per orang. Airnya segerrrrr.. Dingin bgt. (Foto bukan milik saya, tapi milik jejaksibolang.com)

11

Ada yang ga sabar pengen nyeburrrr… Berenang di air dingin! Continue reading


Dec 5 2015

Beautiful November

Pengennya sih aktifitas-aktifitas berikut ditulis secepatnya, tapi karena adaaaaaa saja yang dikerjain dan ga bisa diwakilkan, maka tulis menulis pun jadi terbengkalai. Hihihi.. Padahal, kalau habis menulis (mengetik sih lebih tepatnya) rasanya plong banget (meski tulisannya cuma begitu-begitu saja, hehehe). Oiya, si whity (laptop putih teman saya menjelajah ini), sudah ada gangguan pada layarnya (hik.. sedih). Saya berharap sih dia bisa bertahan semampu dan selama dia bisa. Dulu, suami saya ingin mengganti laptop saya ini dengan yang lebih baik, tapi saya menolak dengan tegas. Hmmmm.. Bagi saya, si whity ini punya kenangan yang buanyakkk. Teman skripsi, teman stalking mencari jodoh (halah), serta teman yang menemani segala waktu di segala suasana ga jelas, wekekeke. Baik-baik ya sayang.. (elus-elus laptop).

Suami: Udah kutransfer ya bulanannya.

Istri : *ngecek. Wah… Kok banyak bener?

Suami: Sekalian kamu pengen beli apa.. Aku kemarin kan belum ngasih apa-apa ke kamu.

Istri: Wekekekek.. Alhamdulillah.. Makasie ya.. Tapi yang namanya hadiah mbok ya dibeliin apa gituuuu.. Masak hadiah suruh milih sendiri?

Suami : 😀

*nasib punya suami ga romantis ya begini*

Bulan November kemarin saya punya banyak acara, punya banyak cerita. Salah satunya surprise dari suami. Hehehe.. Semoga ini bukan termasuk merayakan ulang tahun yaaa.. Cuma pengen kasih kue aja.. Dan alhamdulillah enak.. saya suka.. Welcome 28th 🙂

a3

Continue reading


Oct 2 2015

Sabar itu Berbuah Manis

Saya curiga ustad yang satu ini ada turunan Arabnya, habis hidungnya mancung amat! Wakakaka.. Kalau orang Indonesia asli ya ga mungkin punya hidung macam begitu. Hehehe.. Usil banget ngomentari orang ya? Yuk ah langsung ke isi kajiannya..

Manusia berbuat salah dan dosa itu wajar, ya namanya juga manusia. Kalau yang bersih sih sih namanya malaikat, karena malaikat itu konstan, ga punya nafsu, keberadaannya khusus untuk menyembah Alloh semata. Lha manusia itu nafsunya banyak, dan paling susah menaklukkan nafsu diri sendiri (menurut pengalaman pribadi). Tapi emang mau, hidup bergelimang dosa mulu? Mau sampai kapan? Sedangkan kita harus siap setiap saat jika ajal menjemput. Jadi, meskipun manusia dipastikan selalu berbuat salah dan dosa, tapi selalu ada cara untuk “mendekati” Alloh yang Maha Pengampun!

Hakikat hidup di dunia ini adalah menghadapi masalah satu ke masalah yang lain. Isinya ujiaaaaaannnnn.. terus, hingga “waktu” yang ditentukan untuk mempertanggung jawabkan semua. Ga ada yang ga dapat ujian. Kalau ga mau dapet ujian, silahkan dikafani *ups. Semakin berat ujian seseorang, semakin sabar dia, semakin diangkat pula derajatnya oleh Alloh. Memang yach.. Sabar itu sifat keharusan yang wajib dimiliki manusia jika ingin selamat di dunia. Ibarat kalau kita ingin dapat “nilai bagus” dalam ujian, kisi-kisinya ada dua, sabar dan sholat!

Wahai orang-orang yang berIman jadikan lah sabar dan sholat sebagai penolong mu. QS. AL-Baqarah : 153. Continue reading


Aug 28 2015

Kapan Haji?

Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah; Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam. (Ali-Imron : 97)

Karena sebentar lagi bulan haji, maka tema kajian Mamah Dedeh kali ini membahas tentang haji. Duhhhh.. Jadi pengen banget kesanaaaa. Hikkk.. Semoga saya beserta suami serta teman-teman pembaca yang dirahmati Alloh ini segera dimampukan untuk kesana. Aaammiieenn..

Haji termasuk dalam rukun Islam nomer 5 yang salah satu syaratnya adalah mampu. Mampu atau sanggup sendiri memiliki 2 maksud:

1. Mampu dengan sendirinya

Maksud dari kriteria “mampu dengan sendirinya” adalah, apabila memiliki tabungan yang cukup dan badan masih sehat, haji harus disegerakan, jangan ditunda-tunda lagi. Karena ditakutkan tahun depan tidak semampu tahun ini atau kesehatan tak sesehat tahun ini. Jika kondisinya mampu dan sehat tapi merasa tidak dipanggil, plis deh ya.. Alloh, melalui Nabi Ibrahim sudah mengumandangkan panggilan haji sejak 3600 tahun yg lalu. Jadi yuk dibaca itu Al-Qur`an beserta terjemahannya, jangan jadi pajangan saja, jangan ngeliatin instagram aja (wakakaka.. ini mah aku banget! Duh.. Maaf Gustiiii).

Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh. (Al-Hajj : 27).

2.  Mampu dengan bantuan orang lain

a. Orangnya kaya, tapi kondisinya sakit, maka hajinya bisa dilaksanakan orang lain. Hukumnya wajib. Ayo temen-temen yang bapak ibunya, pakde budhe, saudara-saudara lain yang belum haji, tapi mampu meskipun kondisinya sedang sakit, dikasih tahu ya, bahwa kewajiban hajinya bisa dilaksanakan orang lain.

b. Orangnya kaya, tapi sudah meninggal dunia, maka hajinya bisa dilaksanakan orang lain. Ini hukumnya juga wajib, sama dengan yang diatas.

c. Hidupnya ga kaya, tapi anak turunnya bisa menghajikan orang tuanya (atau saudara yang lain) maka hukum hajinya sunnah.

Continue reading


Aug 25 2015

Mencetak Generasi Rabbani

Sering banget membaca tips dan trik mencetak generasi Rabbani yang menggiurkan bagi ibu-ibu rumah tangga macam saya. Pengen banget punya anak yang sholeh sollihah, tapi dimulai darimana? Bagaimana? Modelnya seperti apa?

Nah.. Kemarin saya berkesempatan ikut dalam bedah buku “Mencetak Generasi Rabbani” karangan Ummu Ihsan Choiriyah dan Abu Ihsan al-Atsary. Bedah bukunya dimulai dari awal hingga akhir halaman, dan dibahas sub bab demi sub bab (jadi nyesel ga bisa rutin kajian.. zzzzz).

Pembahasan sub bab kali ini dipandu oleh Ustad Subhan Bawazier. Seorang ustad asli Arab Betawi yang pembawaannya lucu seru! Dari awal hingga akhir kajian bawaannya diajak ketawa mulu, jadi ga ngantuk sama sekali.

IMG-20150821-WA0024

Foto by @thye3110

Dalam buku tersebut, disebutkan bahwa salah satu cara mencetak generasi Rabbani adalah dengan mendorong anak kita untuk memiliki sahabat yang baik.

“Karena kadang omongan teman itu lebih didengar, dari omongan orang tuanya bu. Kalau misalnya anak kita sedang tak sependapat dengan kita, biasanya dia kan ‘kabur’ dari rumah ya buk, nah disitulah sosok sahabat berperan. Kalau sahabatnya baik, pasti anak kita disuruh pulang, minta maaf ke kita, trus nasihatnya ‘mumpung orang tuamu masih hidup’. Tapi kalau temannya ga baik, tahu anak kita kabur dari rumah, yang ada dia malah seneng karena merasa punya teman. Hati-hati lho bu, anak-anak itu tergantung dari agama temannya,” terang si ustad nyentrik ini.

Continue reading


Aug 6 2015

Cerita Menyapih

Kali ini saya melakukan penyapihan yang secara teoritis “kurang benar” alias tidak menyapih dengan cinta, hehehe. Menyapih dengan cinta atau Weaning With Love atau yang biasa disingkat dengan WWL ini sudah booming cukup lama di kalangan ibu-ibu menyusui. Teknik menyapih ini mengusahakan agar si bayi yang sudah berusia dua tahun mau melepaskan “zona nyamannya”.

Beberapa bulan yang lalu adalah momen yang cukup berat bagi saya untuk berhenti meng-ASI Fazna. Mungkin hal ini juga pernah dialami oleh ibu-ibu di seluruh dunia. Tentu saja berat. Anak saya yang waktu itu akan berusia dua tahun masih sangat bergantung pada saya, apalagi menjelang tidur atau terbangun di malam hari. Tapi setelah berkonsultasi dengan dokter, tekad saya pun akhirnya menjelma menjadi kegigihan untuk menyapih Fazna. Alasan medis membuat saya tega (atau sebaiknya diksinya saya ganti konsisten ya, hehehe) untuk menyapihnya.

Continue reading


Jul 11 2015

Al-Qur`an mu dimana?

“Oh.. Ustadnya artis.. Kira-kira isi yang disampaikan apa ya kalau artis begini,” gumam saya dalam hati sedikit menyepelekan. Dan setelah mengikuti kajian Ustad Adipura hingga tuntas, saya merasa maluuuuuuu.. banget “menuduh” artis ini akan menyampaikan hal-hal yang sekiranya sudah saya tahu sebelumnya (ini nih jeleknya saya.. suka menilai orang dari pandangan pertama saja, huhuhu.. Astagfirulloh.. ingatkan saya terus yaaa). Karena ternyata beliau menjelaskan ayat-ayat Al-Qur`an yang terlewat dari cermatan saya, dengan gamblang dan mudah diterima.

“Jangan panggil saya ustad ya ibu-ibu. Karena Ustad dalam bahasa Arab itu berarti guru. Guru itu digugu dan ditiru. Sedangkan saya sangat jauh dari panggilan itu. Saya masih sering berperan sebagai tokoh antagonis di dalam sinetron, mana bisa peran-peran seperti itu ditiru? Oleh karena itu, saya akan memperkenalkan guru yang sebenar-benarnya guru,” seru Ustad Adipura di awal kajian.

a

Continue reading


Jul 1 2015

Hidayah itu Perlu Di Rawat

“Hayaaaaa…,” sapanya ceria ketika membuka isi kajian di Rumil (Rumah Ilmu) Al-Hilya dan sontak jamaah yang mayoritas berisi ibu-ibu pun terkikik. Wajahnya sangat oriental. Parfumnya wangi dan wajahnya bersih bersinar. Beliau akrab dipanggil Koko Liem, seorang da`i mualaf yang menyatakan keIslamannya sejak tahun 1994. Anak dari seorang suhu agama Budha (kalau di dalam Islam, suhu itu setara kyai), Koko Liem juga sering dikenal sebagai da`i illusioner oleh masyakarat karena menggunakan sulap sebagai media dakwahnya. Melalui sulap, beliau menjabarkan arti filosofinya satu demi satu secara Islami, sehingga cara berdakwahnya menjadi sangat unik dan mengena. Cerdas!

15

Continue reading